- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Balangan menjadi salah satu narasumber dalam Seminar Internasional Digital Transformation and Government pada rangkaian Innovative Government Award (IGA) 2025 yang digelar Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) di Grand Ballroom Kempinski Hotel Jakarta, Senin .Bupati Balangan Abdul Hadi, yang diwakili oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Balangan, Rakhmadi Yusni, memaparkan perjalanan panjang inovasi daerah Balangan yang kini menjadi salah satu kabupaten terdepan dalam pengembangan inovasi pemerintahan.Dalam sesi yang dipandu moderator dari BSKDN, R Rizki Aziz, Rakhmadi mengungkapkan bahwa capaian Balangan sebagai salah satu dari 5 besar Kabupaten Terinovatif 2024 bukanlah proses instan.“Awalnya Balangan berada pada kategori tidak inovatif. Proses menuju inovatif hingga akhirnya masuk lima besar nasional dilalui dengan banyak tantangan,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu .Rakhmadi menegaskan bahwa ekosistem inovasi tidak dapat dibangun oleh pemerintah saja, tetapi harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pihak swasta, dunia usaha, dan masyarakat.Baca juga: Gelar Konsultasi Publik, BPJPH: Suara Pemangku Kepentingan Diperlukan untuk Perbaikan RegulasiRakhmadi menjelaskan bahwa Bupati Balangan memiliki komitmen kuat untuk mempercepat budaya inovasi. Salah satu bentuk dukungan adalah penerapan regulasi reward and punishment.Pemkab Balangan memberikan uang pembinaan dalam jumlah besar serta hadiah umrah bagi inovator, pamong inovasi, dan admin inovasi pemenang ajang Bailang (Balangan Inovasi).Sementara itu, bagi organisasi perangkat daerah (OPD) yang inovasinya tidak mencapai target, diberlakukan penundaan pembayaran tambahan penghasilan pegawai (TPP).“Di awal memang terasa seperti dipaksa, tapi itu perlu untuk membangun budaya inovasi. Lama-kelamaan menjadi terbiasa dan kini manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Rakhmadi menjawab pertanyaan peserta seminar.Rakhmadi juga mencontohkan inovasi yang melibatkan pihak swasta, seperti Sanggam Babungas dan Sanggam Bakabun.Baca juga: Pinjaman KUR BRI 2025 Rp 100 Juta, Cek Simulasi Cicilan untuk Tenor 1–5 TahunProgram tersebut memberikan akses pinjaman tanpa bunga dan tanpa biaya administrasi bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) melalui kerja sama dengan PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan atau Bank Kalsel dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR).Menariknya, biaya bunga dan administrasi tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), tetapi ditopang dari dana corporate social responsibility (CSR) perusahaan serta kontribusi dunia usaha di Balangan.Pada sesi closing statement, Rakhmadi menegaskan bahwa inovasi bagi Balangan merupakan jalan untuk terus bergerak maju.“Inovasi membuka ruang bagi Balangan untuk terus bermimpi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Kami juga membuka diri bagi daerah lain yang ingin belajar atau berkunjung melihat langsung praktik inovasi di Balangan,” ujarnya.Rakhmadi menambahkan bahwa Balangan akan terus belajar dari berbagai daerah lain agar ekosistem inovasi yang telah terbentuk bisa semakin berkembang.Baca juga: Kisah Tunawisma yang Jadi Ilmuwan Ternama, Temukan Inovasi ObatSelain Pemkab Balangan, seminar internasional tersebut juga menghadirkan sejumlah pembicara lain, seperti Profesor Mohd Ekhwan Toriman dari Malaysia, Aris Kusdaryono dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), dan Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (BPPD) Provinsi Jawa Barat (Jabar) M Taufik Budi Santoso.
(prf/ega)
Di Forum Internasional IGA 2025, Pemkab Balangan Paparkan Perjalanan Inovasi Daerah
2026-01-12 07:00:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:50
| 2026-01-12 06:42
| 2026-01-12 06:38
| 2026-01-12 05:13










































