Mendikdasmen: Game yang Tak Diawasi Itu Menjadi Masalah Tersendiri

2026-01-12 04:57:57
Mendikdasmen: Game yang Tak Diawasi Itu Menjadi Masalah Tersendiri
JAKARTA, - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan, penggunaan game online perlu diawasi.Kendati demikian, Mu'ti juga melihat bahwa game online merupakan salah satu sarana yang membawa manfaat untuk pendidikan."Game yang tidak diawasi itu menjadi masalah tersendiri dan masalahnya sekarang adalah siapa yang bisa mengawasi ketika anak bermain game, apalagi ketika main gamenya dengan ponsel di kamar, misalnya. Itu kan tidak ada yang bisa mengontrol dan banyak kekerasan," kata Mu'ti saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa ."Ini lah yang nanti perlu kita lakukan bersama-sama dan kami mencoba memperbaiki ini supaya pendekatannya tidak terlalu struktural, tapi lebih partisipatif dan komprehensif," sambungnya.Baca juga: Game Online Akan Dibatasi Buntut Ledakan SMAN 72 Jakarta, Anggota DPR Minta Tak Asal LarangSoal wacana pembatasan game online setelah adanya peristiwa ledakan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72 Jakarta, ia mengatakan bahwa itu akan dibahas terlebih dahulu oleh kementerian terkait.Setidaknya ada empat kementerian yang akan mendiskusikannya, yakni Kementerian Pendidikan dasar dan Menengah (Kemendikdasmen); Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi); Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA); dan Kementerian Agama (Kemenag)."Nanti kami akan duduk bersama membicarakan masalah ini karena kewenangan untuk mengatur media ini bukan pada kami, kewenangannya ada pada Komdigi," ujar Mu'ti.Baca juga: KPAI Dukung Wacana Pembatasan Game Online PUBG Usai Ledakan di SMAN 72 JakartaSementara itu, anggota Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih menyambut baik wacana pembatasan game online setelah adanya peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta.Jika wacana tersebut terealisasi, ia mengatakan bahwa kebijakan tersebut tidak boleh sebatas administratif, melainkan perlu kolaborasi aktif dan penguatan kurikulum."Kami menyambut baik wacana tersebut, tentunya perlu pengawasan bersama dan kolaborasi aktif antara sekolah, orang tua, dan pemerintah. Pengawasan tidak hanya bersifat administratif," ujar Fikri dalam keterangan tertulisnya, Selasa .Di samping itu, Fikri juga mendorong pemerintah untuk meningkatkan literasi digital bagi siswa, guru, dan orang tua.Baca juga: Pramono Dukung Wacana Pembatasan Game Online Imbas Ledakan di SMAN 72 JakartaMenurutnya, kemampuan memilah dan memanfaatkan teknologi secara bijak menjadi penting di tengah pesatnya perkembangan dunia digital.Selain itu, satuan pendidikan juga perlu memperkuat pengawasan internal guna memastikan lingkungan belajar yang aman dan bebas dari perundungan.Ia mengusulkan, sekolah menyusun kurikulum lokal yang mendukung upaya tersebut. Kurikulum tambahan ini dapat dirancang melalui koordinasi para guru, tanpa keluar dari kurikulum nasional yang berlaku."Saatnya masing-masing satuan pendidikan berinisiatif, mata pelajaran mana saja yang mendukung hal ini agar guru-gurunya berkoordinasi menyusun bersama kurikulum lokal tentu tidak keluar dari kurikulum yang sekarang berjalan," ujar Fikri.Baca juga: Kementerian PPPA Dukung Pemblokiran Game Roblox: Jika Sudah Sangat MenggangguSHUTTERSTOCK/RAWPIXEL.COM Ilustrasi game online.


(prf/ega)