Menhaj Larang Permainan Culas di Penyelenggaraan Haji 2026

2026-01-30 08:46:51
Menhaj Larang Permainan Culas di Penyelenggaraan Haji 2026
JAKARTA, - Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mohammad Irfan Yusuf (Gus Irfan), menegaskan kepada jajarannya untuk menjaga integritas dan mengawal perjalanan haji dengan sukses dan bersih tanpa ada "permainan" culas.Saat berkunjung ke Kantor Wilayah Jawa Barat di Bandung, Irfan menegaskan bahwa struktur kelembagaan Kementerian Haji di tingkat daerah akan segera rampung."Tidak boleh ada permainan sedikit pun di dalam kementerian haji. Kemarin sudah diumumkan petugas haji, tolong dikawal dengan bersih," kata Irfan dalam keterangannya, Senin .Baca juga: Menhaj Ungkap Alasan Penurunan Kuota Haji di Jabar dan Kenaikan di Jatim Ia menyampaikan bahwa para pejabat yang kini bertugas di Kabid dan Kasie akan dilantik sebagai Pelaksana Tugas Kepala Kanwil dan Kepala Kantor."Akan definitif dengan satu syarat utama, penyelenggaraan haji tahun depan harus berjalan sukses dan bersih," ucapnya.Irfan lalu menyoroti urgensi penyiapan lebih awal guna memastikan seluruh aspek teknis penyelenggaraan haji berjalan optimal.Baca juga: Anggota DPR Dorong Penyembelihan Dam Haji di Indonesia, Menhaj Tunggu Fatwa MUISalah satunya dalam hal rekrutmen petugas, di mana Kemenhaj RI kini menekankan penerapan prinsip profesionalitas dan tanpa titipan."Proses pelatihan bagi petugas juga diperpanjang menjadi satu bulan penuh demi menjamin kesiapan maksimal," ucapnya.Baca juga: KPK Segera Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji Irfan juga mengungkapkan bahwa kuota haji pada tahun-tahun sebelumnya sempat mendapat catatan dari BPK karena dinilai tidak sesuai dengan Undang-Undang.Untuk itu, sistem kuota haji diperbaiki dengan menyesuaikan secara ketat pada daftar tunggu (waiting list), demi menjamin rasa keadilan bagi seluruh calon jemaah haji Indonesia.Sebab, sistem pemberangkatan di masa lalu membuat terdapat jemaah yang mendaftar sejak tahun 2011, tetapi belum diberangkatkan.Sementara sebagian yang mendaftar pada 2014 telah diberangkatkan lebih dulu."Kami ratakan kembali berdasarkan tahun pendaftaran di tingkat provinsi," jelas Irfan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Lalu ketiga, penguatan talenta keamanan siber ASN, baik di pusat maupun di daerah, dan terakhir, pendampingan intensif melalui Ekosistem Keamanan Siber Nasional.Dengan empat langkah strategis ini, keamanan siber tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi sistem pertahanan yang proaktif, terstandarisasi, dan terintegrasi untuk melindungi ruang digital Indonesia, jelasnya.Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, sinergi, kolaborasi, kerja sama, persatuan, kerukunan, adalah rumus keberhasilan suatu bangsa dalam mewujudkan transformasi nasional.Menurutnya, BSSN dan Kementerian PANRB terus berupaya meningkatkan sinergi dan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk dalam pelaksanaan program percepatan transformasi digital yang aman.Baca juga: Rapat bersama DPR, Menteri PANRB Sampaikan Progres dan Proyeksi Program Kerja Kementerian PANRBTentu saja percepatan transformasi itu untuk mendukung Asta Cita dan Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.Kami sangat mengapreasiasi Kementerian PANRB yang telah memberikan arahan dan dukungan sehingga terbuka ruang kolaborasi yang kuat antar kedua institusi, kata Sulistyo.Kolaborasi itu, kata dia, diwujudkan dengan menempatkan keamanan siber dan sandi sebagai enabler dan trust builder, serta mengintegrasikan keamanan siber dan sandi dalam kebijakan serta peta jalan penyelenggaraan transformasi digital.Hal tersebut, dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kepada masyarakat.

| 2026-01-30 08:37