Pramono Bentuk Satgas Jaga Jakarta: Kolaborasi Aparat dan Warga, Ini Tugasnya

2026-02-02 05:06:38
Pramono Bentuk Satgas Jaga Jakarta: Kolaborasi Aparat dan Warga, Ini Tugasnya
JAKARTA, - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi membentuk dan mengukuhkan Satuan Tugas (Satgas) Jaga Jakarta melalui apel yang digelar di Halaman Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat .Pramono menyebut, satgas ini dibentuk sebagai langkah pemerintah untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Jakarta.Anggota satgas ini berasal dari berbagai elemen masyarakat mulai dari warga Jakarta, pemerintah, hingga aparat daerah dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda)."(Satgas) ini sebuah gerakan yang lahir dari semangat kolaborasi antara warga, pemerintah, dan seluruh unsur Forkopimda," kata Pramono saat memimpin Apel Satgas Jaga Jakarta, Jumat."Tujuannya, untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang aman, nyaman, tertib, dan siap menghadapi segala situasi," lanjutnya.Pangdam Jaya Mayjen TNI Dedy Suryadi, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri, Kabinda DKI Jakarta Mayjen TNI Djoko Setiono, serta perwakilan dari Pengadilan Tinggi dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta pun turut hadir dalam apel tersebut.Baca juga: Istana Presiden Depok, Tempat Negosiasinya Tanah PartikelirSatgas Jaga Jakarta nantinya akan bertugas membantu pemerintah dan aparat menangani berbagai kasus mulai dari kriminalitas hingga bencana dan cuaca ekstrem."Satgas perlu memberikan perhatian pada berbagai isu kerawanan, seperti tawuran, kriminalitas, konflik sosial, disinformasi, potensi radikalisme, hingga ancaman bencana seperti banjir, kebakaran, dan cuaca ekstrem," ucap Pramono.Pramono juga menginstruksikan agar para petugas menjadi perpanjangan tangan pemerintah bagi masyarakat."Kepada seluruh anggota Satgas Jaga Jakarta, saya menitipkan pesan, jalankan tugas dengan integritas dan kepekaan. Jadilah mata, telinga, dan hati pemerintah di tengah masyarakat," tegas Pramono.Ia meminta Satgas bekerja dengan mengedepankan informasi, koordinasi, dan tindakan yang terukur.Misalnya, dalam menangani tawuran, satgas diminta menanganinya dengan pendekatan humanis."Jadi untuk hal yang berkaitan tawuran, seperti yang kami lakukan di berbagai tempat, sekarang pendekatannya lebih pendekatan yang bersifat human approach," ujarnya.Baca juga: Tukang Servis KTP Kilat di Tangerang: 30 Menit Tanpa Birokrasi RumitLebih lanjut, Pramono pun menyebut pembentukan Satgas ini adalah hal krusial di tengah transformasi Jakarta menuju kota global.Menurutnya, kota global tidak hanya dibangun lewat infrastruktur, tetapi juga kesadaran kolektif akan keamanan."Kota global dibangun dari kesadaran kolektif masyarakatnya. Kesadaran bahwa keamanan, ketertiban, dan kesiapsiagaan adalah tanggung jawab bersama. Satgas Jaga Jakarta lahir sebagai wujud dari kesadaran itu," kata dia.Pramono pun berharap pembentukan Satgas Jaga Jakarta dapat menciptakan ketertiban dan rasa aman di tengah masyarakat."Saya percaya dengan kerja bersama, Jakarta dapat menjaga keamanannya, memperkuat harmoni sosial, dan memastikan setiap warganya merasa terlindungi," tuturnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-02-02 03:15