Hubungkan Kembali Deli Serdang-Sergai, Progres Perbaikan Jembatan Garuda Capai 88 Persen

2026-02-03 17:03:21
Hubungkan Kembali Deli Serdang-Sergai, Progres Perbaikan Jembatan Garuda Capai 88 Persen
MEDAN,  - Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodam I/Bukit Barisan memperbaiki jembatan gantung Garuda yang terputus karena diterjang banjir di Provinsi Sumatera Utara.Kapendam I Bukit Barisan Kolonel Asrul Harahap mengatakan, jembatan gantung itu merupakan akses vital yang menghubungkan Desa Bandar Kuala, di Kabupaten Deli Serdang dengan Desa Serba Jadi, di Kabupaten Serdang Bedagai."Karena jembatan itu sebagai jalur utama mobilitas dan aktivitas ekonomi warga," kata Asrul dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com melalui saluran telepon pada Selasa .Baca juga: Bupati Indramayu Lucky Hakim Kirim 400 Al Quran untuk Korban Bencana Aceh TamiangAsrul menerangkan, pengerjaan renovasi jembatan dilaksanakan oleh Satgas Gulbencal bersama Yonzipur 11/DW, Kodim 0204/Deli Serdang, Tim Vertical Rescue Indonesia, dan warga setempat."Nah, untuk kegiatan hari ini, petugas memasang papan alas jembatan serta kawat harmonika sebagai pengaman pembatas di sisi kiri dan kanan jembatan," ucap Asrul."Hingga saat ini, progres renovasi jembatan telah mencapai 88,5 persen," tambahnya.Baca juga: Cerita Tim Medis Abdurrab di Lokasi Bencana Tapsel: Senyum Mereka Kekuatan KamiDia berharap, pekerjaan tersebut dapat segera dirampungkan sehingga jembatan dapat digunakan secara aman dan layak oleh masyarakat di kedua wilayah.Sebelumnya diberitakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara meng-update dampak dari banjir yang menerjang 12 kecamatan di Kabupaten Deli Serdang sejak Rabu .Berdasarkan data Senin , korban meninggal bertambah 1 orang, kini jumlah totalnya menjadi 16 orang.Baca juga: Rapat dengan Dasco, Wabup Aceh Tengah Minta Pertamina Beri Kebijakan Khusus di Lokasi Bencana"Total dampak korban 66.890 atau 212.577 jiwa, meninggal dunia 16 orang, korban hilang, nihil," ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni, dalam keterangan tertulisnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-02-03 15:03