Profil James Ransone: Si "Ziggy" yang Mencuri Perhatian di The Wire hingga Bintang Horor Modern

2026-01-14 09:40:34
Profil James Ransone: Si
JAKARTA, - Aktor James Ransone meninggal dunia pada Jumat di Los Angeles, Amerika Serikat, pada usia 46 tahun.Nama James Ransone mungkin tidak selalu terpampang sebagai pemeran utama di poster film blockbuster.Namun wajahnya yang khas dan kemampuan aktingnya yang intens membuatnya menjadi salah satu aktor karakter paling berkesan di generasinya.Baca juga: James Ransone Meninggal Dunia di Usia 46 Tahun, karena Bunuh DiriMulai dari peran ikoniknya sebagai anak pelabuhan yang bermasalah di serial legendaris The Wire hingga menjadi wajah familiar dalam semesta film horor modern, berikut adalah profil lengkap perjalanan karier James Ransone.Lahir dengan nama lengkap James Finley Ransone III pada 2 Juni 1979 di Baltimore, Maryland, ia tumbuh di lingkungan yang kelak menjadi latar belakang serial yang membesarkan namanya.Ransone menempuh pendidikan seni di George Washington Carver Center for Arts and Technology di Baltimore sebelum melanjutkan studi di School of Visual Arts di New York City.Baca juga: Profil Byun Yo Han, Aktor dan Kekasih Tiffany Young SNSDBakat seninya tak hanya terbatas pada akting; ia juga dikenal memiliki latar belakang sebagai musisi dan pernah menjadi anggota band metal bernama Early Man.Ia memulai debut layar lebarnya pada awal tahun 2000-an.Namun, terobosan besarnya datang ketika ia mendapatkan peran di serial drama kriminal HBO, The Wire, pada tahun 2003.Peran Ransone sebagai Ziggy Sobotka di musim kedua The Wire sering dianggap sebagai salah satu penampilan paling tragis sekaligus memikat dalam sejarah televisi.Baca juga: Profil dan Pendidikan Atalia Praratya, Anggota DPR RI Komisi VIIIKarakter Ziggy yang impulsif, rapuh, dan sering membuat onar dimainkan dengan sangat meyakinkan oleh Ransone, membuatnya mendapatkan pujian kritis dari berbagai pengamat film.Kesuksesannya di The Wire membuka pintu kolaborasi jangka panjang dengan kreator David Simon.Ransone kembali dipercaya untuk memerankan Kopral Josh Ray Person dalam miniseri perang Generation Kill (2008) dan tampil dalam serial Treme.Perannya sebagai prajurit yang cerdas namun sarkastik di Generation Kill semakin mengukuhkan reputasinya sebagai aktor yang mampu mencuri perhatian dalam ansambel besar.Baca juga: Sinopsis The Wire, Kisah Detektif Ungkap Kematian Aneh Pemain DaduDalam satu dekade terakhir, James Ransone bertransformasi menjadi salah satu aktor andalan di genre horor.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-14 09:29