JAKARTA, - Di bawah kolong Tol Bekasi–Cawang–Kampung Melayu (Becakayu), tempat yang biasanya hanya menjadi sudut gelap yang dilewati kendaraan tanpa pernah ditengok, kehidupan lain tumbuh.Di hamparan tanah yang dulunya terbengkalai, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Cipinang Melayu menyulap ruang mati menjadi kebun panjang yang hijau dan penuh harapan.Mereka memanfaatkan aliran hujan yang jatuh dari badan tol, menuntunnya lewat parit-parit kecil menuju bedengan tanaman, bak yang dialirkan agar kehidupan tumbuh subur.Baca juga: Ketika PPSU Jaktim Sulap Kolong Tol Becakayu Menjadi Kebun SayurSawi, singkong, pepaya, kangkung, jagung, tomat, hingga pohon tabebuya berbaris memanjang di bawah struktur jalan raya, ditemani gemericik Kalimalang yang terus mengalir di tepinya.Tanah itu kini bukan hanya tanah, itulah denyut kecil pertanian kota yang hidup di antara beton dan lalu lintas.Kawasan seluas 1,1 hektare membentang dari RW 01 Halim hingga kawasan Jakarta Islamic School (JIS) Kalimalang.Kasie Ekonomi Pembangunan Kelurahan Cipinang Melayu, Era Hotmauli, menyebut ruang itu kini dimanfaatkan sepenuhnya untuk urban farming.“Ada 11.000-an meter persegi, kalau tidak salah ya, total semua ya, itu kan mulai dari RW 01 di daerah Halim sampai ujungnya itu di Jakarta Islamic School, JIS Kalimalang,” ujarnya, Kamis .Baca juga: Hasil Panen Urban Farming di Kolong Tol Becakayu Kerap Hilang DicuriSeperti banyak kisah baik lain, semuanya dimulai dari masa sulit.Pada saat pandemi Covid-19 usai, TNI mulai menanami kolong tol dengan terong secara massal.Hasilnya membuat warga kembali merasakan harapan dari tanah kota.“Jadi awalnya itu ada dari TNI, memulai gerakan tanam itu loh, jamannya kita setelah Covid-19 ya, setelah kita Covid itu, di sini tanam terong semua,” jelas Era.Melihat hasil panen yang mulai datang, pemerintah mengajak kelompok PKK untuk membantu menyalurkan jual-beli sebelum lahirnya program Pasar Tumbuh gagasan Wali Kota Jaktim, Munjirin.Di tengah hamparan tanaman yang tumbuh subur, ada sosok Heru Setiawan (46), petugas PPSU yang menjaga sebagian area tanam dengan sabar dan tenaga yang semakin terkikis usia.Ia tak lagi mampu menyiram dari ujung ke ujung setiap hari.Baca juga: Hasil Urban Farming Kolong Tol Becakayu Mulai Dijual, Raup Ratusan Ribu
(prf/ega)
Ketika Tanah 1,1 Hektare di Kolong Tol Becakayu Menjadi Ladang Rezeki Warga
2026-01-12 07:04:25
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:14
| 2026-01-12 06:15
| 2026-01-12 06:13
| 2026-01-12 06:04
| 2026-01-12 05:18










































