Ketika Pohon Natal di Betlehem Kembali Menyala...

2026-01-12 04:38:06
Ketika Pohon Natal di Betlehem Kembali Menyala...
- Umat Kristien di Betlehem, Tepi Barat kini akhirnya bisa merayakan Natal dengan penuh suka cita.Dua tahun selama perang di Gaza, semua perayaan Natal publik dibatalkan.Namun, setelah kesepakatan gencatan senjata, Betlehem akan kembali menggelar perayaan tahun ini. Pohon Natal tradisional raksasa di depan Gereja Kelahiran Yesus pun kembali menyala."Dua tahun ini benar-benar sunyi, tidak ada Natal, tidak ada pekerjaan, tidak ada pekerjaan," kata Wali Kota Betlehem, Maher Canawati, dikutip dari BBC."Kita semua hidup di sini karena pariwisata, dan pariwisatanya pun turun drastis," sambungnya.Baca juga: China Sumbang Rp 1,6 T untuk Rekonstruksi Gaza, Diapresiasi Presiden PalestinaMaher mengakui, gagasan untuk melanjutkan perayaan bukanlah tanpa kontroversi. Sebab, penderitaan masih terus berlanjut di Gaza."Ada yang bilang itu tidak pantas, ada yang bilang itu pantas," ujarnya. "Tapi jauh di lubuk hati, saya merasa ini adalah hal yang benar karena Natal tidak boleh dihentikan atau dibatalkan. Inilah secercah harapan bagi kita," sambungnya.Baik warga Kristen maupun Muslim, warga berswafoto di depan pohon Natal yang dihiasi pernak-pernik merah dan emas di Mange Square.Lampu-lampu berwarna cerah kini menghiasi jalanan. Tampak pula iklan pasar Natal dan pesta anak-anak."Di sinilah semuanya bermula, jadi di sinilah kita bisa menyampaikan pesan kepada dunia tentang makna Natal yang sebenarnya," kata desainer perhiasan lokal, Nadya Hazboun. "Tahun ini, jika Natal terasa damai, saya harap Natal akan membawa pesan yang baik bagi seluruh dunia," lanjutnya.Baca juga: Universitas Gaza Kembali Beroperasi Setelah 2 Tahun Tutup akibat PerangPerayaan Natal yang ditandai dengan menyalakan lampu Natal ini dihadiri ribuan orang.Abeer Shtaya, pekerja di Al-Zaytoonah University of Science and Technology, Tepi Barat mengaku telah melakukan perjalanan sejauh 100 kilometer bersama sekelompok mahasiswa demi hadir dalam acara itu."Kami ingin merayakan dan bersama saudara-saudari kami di Betlehem untuk menikmati hari ini," ujarnya, dikutip dari AFP.


(prf/ega)