PURWOREJO, — Kecelakaan maut yang melibatkan truk tangki pengangkut solar di Jalan Raya Purworejo–Magelang, tepatnya di depan Pasar Kalijambe, Kecamatan Bener, pada Selasa dini hari, kembali membuka sorotan terhadap bahaya jalur tersebut.Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Purworejo, Agus Widayanto, menegaskan bahwa Jalur Kalijambe tergolong rawan kecelakaan, sehingga kendaraan bersumbu tiga atau lebih (sumbu III) sebenarnya dilarang melintas di ruas tersebut.“Kami prihatin, karena kejadian ini sudah yang kedua kalinya di wilayah ini. Jalur Kalijambe memang sangat rawan bagi kendaraan besar, terutama truk sumbu tiga,” ujar Agus di lokasi kejadian, Selasa.Baca juga: Kecelakaan Maut di Kalijambe: 1 Tewas dan 3 Luka-Luka, Berikut Identitas Para KorbanAgus menjelaskan, pemerintah daerah sebelumnya telah mengeluarkan larangan bagi truk bermuatan besar untuk tidak melalui jalur Bener–Kalijambe, khususnya kendaraan berat dari arah Magelang menuju Purworejo.Ia pun memastikan larangan truk sumbu tiga melintas di Jalur Kalijambe tetap berlaku hingga saat ini.Namun, pelanggaran masih sering terjadi.“Keputusan kami sudah jelas, truk sumbu tiga seharusnya tidak lewat jalur ini. Tapi masih ada yang membandel. Ini akhirnya kejadian lagi hari ini,” tegasnya.Selanjutnya, Dishub Purworejo akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan kepolisian untuk memperkuat pengawasan dan penegakan aturan.“Kami akan berkoordinasi dengan provinsi, juga dengan pihak kabupaten dan kepolisian. Jangan sampai larangan ini hanya imbauan di atas kertas. Harus ada pengawasan agar truk-truk besar benar-benar dialihkan,” kata Agus.Baca juga: Begini Penampakan Hancurnya Ruko di Depan Pasar Kalijambe Usai Kecelakaan Maut Libatkan Truk TangkiIa menilai, perlu ada tambahan rambu peringatan serta petugas pengatur lalu lintas di sejumlah titik tanjakan dan turunan tajam sekitar Kalijambe yang berisiko tinggi bagi kendaraan dengan beban berat.Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 05.00 WIB itu melibatkan truk tangki Hino Tronton H 9861 OF, mobil Suzuki Carry AA 1726 BA, dan Toyota Avanza AA 1484 DC.Truk tangki yang membawa bahan bakar solar diduga mengalami rem blong saat menuruni jalur Kalijambe dan menghantam dua kendaraan di depannya.Akibat peristiwa ini, satu orang meninggal dunia di tempat, yakni Sutrisno (45), penumpang truk asal Semarang. Tiga korban lainnya mengalami luka berat dan dilarikan ke RSUD Dr. Tjitrowardojo Purworejo serta RSI Loano.“Kami akan evaluasi bersama, apakah perlu dipasang portal pembatas atau petugas khusus di titik ini. Intinya, keselamatan pengemudi dan pengguna jalan lain adalah yang utama,” ujar Agus.Baca juga: Kesaksian Pengemudi Avanza: Detik-Detik Truk Tangki Solar Hantam Dua Kendaraan di KalijambeUsai evakuasi, petugas gabungan dari Dishub, BPBD, dan Damkar Purworejo membersihkan jalan dari tumpahan solar yang keluar dari tangki truk. Cairan berbahaya itu dicuci menggunakan deterjen dan air bertekanan tinggi agar jalan tidak licin dan aman kembali dilalui kendaraan.“Kita bersihkan pakai deterjen supaya tidak licin. Ini penting, karena kalau dibiarkan bisa menyebabkan kecelakaan lagi,” tutup Agus.
(prf/ega)
Dishub Akui Larangan Truk Besar di Jalur Kalijambe Kerap Dilanggar
2026-01-12 05:32:59
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:42
| 2026-01-12 05:26
| 2026-01-12 05:16
| 2026-01-12 04:58
| 2026-01-12 03:43










































