SOLO, - Kasus kecelakaan di tikungan di jalan tol bisa menimpa siapa saja. Pasalnya, trek menikung bisa menjadi sudut mematikan, ketika pengemudi tak mampu mengantisipasi dengan benar.Terlebih lagi mobil yang dikendarai punya dimensi lebih tinggi, saat memasuki tikungan akan mengalami body rolling lebih besar. Gaya sentrifugal sebanding dengan kecepatan, sehingga, makin cepat lajunya, gaya lempar keluar semakin besar.Belakangan ini, bus Cahaya Trans mengalami kecelakaan tunggal di tikungan, tepatnya di Simpang Susun Krapyak KM 420 A, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Senin dini hari, sekitar pukul 00.30 WIB.Baca juga: Bus PO Cahaya Trans Terbalik di Tol Semarang, 16 MeninggalDiduga bus melaju dengan kecepatan tinggi saat memasuki tikungan pada jalur penghubung (ramp 3) di area keluar Tol Krapyak, sebelum akhirnya menabrak pembatas jalan dan terbalik.Peristiwa nahas ini merenggut nyawa 16 orang dan menyebabkan 19 orang lainnya mengalami luka-luka.Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) mengatakan mengendarai bus dan mobil kecil berbeda, sehingga pengemudi harus menyesuaikan kecepatan lajunya.Baca juga: Bus PO Cahaya Trans Kecelakaan Fatal di Tol Krapyak SemarangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. “Ada perbedaan mendasar ketika bus memasuki tikungan, bus itu bodinya tinggi dan panjang, jika menikung pasti mengalami gangguan keseimbangan, semakin kencang lajunya, semakin besar body roll-nya dan semakin mudah terbalik,” ucap Sony kepada , Senin .Belajar dari kasus tersebut, pengendara mobil harus paham situasi dan kondisi jalan tol. Mengingat belakangan ini musim hujan melanda di sejumlah daerah, disertai angin kencang.“Di jalan tol terdapat ruang terbuka, di depan, kanan dan kirinya, sehingga angin bergerak liar dan berpeluang menerpa mobil dengan porsi tak sesuai harapan,” ucap Sony.Baca juga: Kemenhub Tindak Puluhan Bus, Ada yang Tidak Laik Jalan dan Tak BerizinDok. SAR Semarang Bus PO. Cahaya Trans mengalami kecelakaan di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Jika angin tersebut menerpa mobil dari depan, maka angin terbelah keatas dan kebawah. Dampaknya, mobil mengalami gangguan keseimbangan yang namanya body bouncing.Ketika angin menerpa dari samping, maka keseimbangan kendaraan terganggu, yang namanya body rolling.“Rata-rata pengemudi bus semakin cepat sampai tujuan, dianggap semakin berprestasi, tetapi sayangnya, banyak juga yang memaksakan diri di kondisi lalu lintas yang kadang padat, macet dan sejenisnya, sehingga berkendara agresif,” ucap Sony.Baca juga: Dishub Perketat Ramp Check Bus AKAP Sambut Nataru 2026Sebaiknya para pengemudi menerapkan kecepatan bus menyesuaikan situasi dan aturan lalu lintas, termasuk saat sebelum memasuki tikungan.“Ingat, menginjak pedal gas itu mudah, tapi menghindari bahaya itu tidak gampang, butuh akal sehat dan kecepatan yang terukur,” ucap Sony.
(prf/ega)
Belajar dari Kecelakaan Maut Bus Cahaya Trans: Penting Atur Kecepatan
2026-01-11 22:59:22
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:25
| 2026-01-11 22:14
| 2026-01-11 21:55
| 2026-01-11 21:11










































