Kopi Brasil Masih Kena Tarif 40 Persen Meski Trump Cabut Pajak Impor

2026-01-14 07:28:16
Kopi Brasil Masih Kena Tarif 40 Persen Meski Trump Cabut Pajak Impor
- Wakil Presiden Brasil Geraldo Alckmin menyatakan bahwa sejumlah produk ekspor Brasil ke Amerika Serikat (AS), seperti kopi, daging sapi, dan buah tropis, tetap dikenai tarif 40 persen. Pernyataan ini disampaikan meski Presiden AS, Donald Trump telah menghapus sebagian tarif impor.Pada Jumat , Trump mengeluarkan perintah untuk memangkas tarif impor pada sejumlah produk. Perintah ini bertujuan untuk menurunkan biaya bahan pangan karena pemerintah menghadapi tekanan dari para pemilih untuk memangkas harga barang-barang kebutuhan sehari-hari.Alckmin menyebut beberapa produk, termasuk jus jeruk, kini tidak lagi dikenai tarif karena tidak masuk dalam daftar komoditas dengan tambahan 40 persen. Namun, tarif tambahan tersebut masih berlaku untuk kopi, daging sapi, dan buah tropis seperti mangga dan nanas.Baca juga: Harga di Dalam Negeri Mahal, Trump Kecualikan Tarif untuk Kopi hingga KakaoMeski menyambut baik langkah terbaru Trump yang disebutnya “positif” dan “langkah ke arah yang benar”, Alckmin menilai masih ada “distorsi yang perlu diperbaiki”.“Semua dapat pengurangan 10 persen, tapi untuk Brasil yang sebelumnya 50 persen, kami tetap 40 persen. Itu sangat tinggi,” ujar Alckmin, dikutip dari Associated Press.Alckmin menyebut keputusan pada Jumat membuat 26 persen barang Brasil kini masuk AS tanpa tarif tambahan, naik dari sebelumnya 23 persen.Keputusan Trump pada Juli 2025, yang dinilai sarat muatan politik karena Brasil memiliki defisit perdagangan dengan AS, sempat membuat hubungan kedua negara berada pada titik terburuk dalam sejarah.Hubungan tersebut mulai membaik setelah Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva bertemu Trump di Malaysia pada Oktober 2025.“Percakapan Presiden Lula dengan Presiden Donald Trump penting dalam dialog dan negosiasi,” kata Alckmin.Baca juga: Trump Borong Obligasi Senilai 82 Juta Dollar AS sejak Akhir AgustusSetelah pertemuan itu, Lula menyatakan optimistis kedua negara segera mencapai kesepakatan dagang.Pekan ini, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Menteri Luar Negeri Brasil Mauro Vieira bertemu selama 50 menit untuk melanjutkan pembicaraan tersebut.Pemerintahan Trump bersikeras bahwa tarif membantu meningkatkan penerimaan negara dan bukan faktor utama kenaikan harga bahan pangan di AS.Namun, Partai Demokrat menilai pencabutan tarif adalah pengakuan bahwa kebijakan Trump membebani masyarakat.Lonjakan harga daging sapi menjadi perhatian khusus. Trump sebelumnya mengatakan akan mengambil langkah untuk menurunkannya, sementara tarif terhadap Brasil—eksportir daging sapi utama—menjadi salah satu pemicunya.Baca juga: Trump Hapus Tarif Impor untuk 4 Negara, Ini DaftarnyaDi Brasil, Asosiasi Industri Kopi Brasil menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi.“(Kami) akan terus bekerja untuk memastikan kepastian hukum, daya saing, dan prediktabilitas bagi industri kopi Brasil,” kata ketua asosiasi, Pavel Cardoso, dalam pernyataannya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Hingga kini, tolok ukur tersebut baru mampu dicapai Ducati, yang mendominasi klasemen konstruktor dengan enam gelar juara beruntun.Honda tercatat sebagai pabrikan pertama yang naik level dalam sistem konsesi sejak skema A-B-C-D diberlakukan pada awal 2024.Honda berhasil melampaui ambang batas 35 persen poin, sehingga berhak bergabung dengan KTM dan Aprilia di kategori C.Baca juga: Cara Mengecas Motor Listrik yang Bikin Baterai AwetDengan perubahan itu, Yamaha kini menjadi satu-satunya pabrikan yang masih berada di kategori D.Dok. HRC Aleix Espargaro menjadi pebalap tes untuk Honda Racing Corporation (HRC)Kondisi tersebut membuat Yamaha tetap menikmati konsesi penuh, termasuk kebebasan pengembangan mesin serta tes privat bersama pebalap utama.“Ini soal di mana kami harus berada, kami harus ada di A. Jadi ini adalah langkah pertama yang logis yang harus kami lakukan,” kata Espargaro, dikutip dari Crash, Selasa .Kenaikan peringkat Honda tidak lepas dari performa solid pada akhir musim 2025.Pada seri penutup musim, Luca Marini finis di posisi ketujuh, hasil krusial yang dibutuhkan Honda untuk melampaui ambang batas poin konsesi.Baca juga: Persiapan Touring Libur Nataru: Ini Item yang Harus Dibawa BikerSelain Marini, performa positif juga ditunjukkan Joan Mir yang meraih beberapa podium, serta Johann Zarco yang berhasil memenangi satu balapan.AFP/LOIC VENANCE Pebalap LCR Honda, Johann Zarco, memacu motornya selama sesi latihan bebas di MotoGP Perancis 2025 di Sirkuit Le Mans pada 10 Mei 2025.Zarco pun menutup musim sebagai pebalap Honda terbaik di klasemen dunia, finis di posisi ke-12, unggul enam poin dari Marini.Espargaro turut menyoroti intensitas program pengujian yang dijalani Honda sepanjang musim. “Sungguh luar biasa seberapa banyak kami bekerja. Saya menjalani tes di Malaysia, lalu kembali ke Eropa, kemudian ke Aragon sebelum tampil wild card di Valencia. Ini menunjukkan besarnya komitmen Honda,” ujarnya.Terkait minimnya konsesi yang dimiliki Ducati, Espargaro membandingkannya dengan perkembangan motor Honda selama musim berjalan. “Dengan segunung material dan ratusan lap pengujian, perubahan motor dalam enam bulan terakhir sungguh luar biasa,” katanya. “Honda membawa banyak pembaruan untuk Joan dan Luca. Misalnya, kami memiliki tiga pembaruan mesin selama musim berjalan, dan mesin yang digunakan sekarang sangat cepat,” ucap Espargaro.Mulai seri pembuka MotoGP 2026, Honda akan bergabung dengan Ducati, KTM, dan Aprilia dalam aturan pembekuan mesin.Sementara itu, era baru MotoGP dengan mesin 850 cc dijadwalkan resmi dimulai pada 2027.

| 2026-01-14 06:18