Kisah Fadly Alberto, Pahlawan Timnas U17 kontra Honduras di Piala Dunia U17 2025

2026-01-12 05:34:40
Kisah Fadly Alberto, Pahlawan Timnas U17 kontra Honduras di Piala Dunia U17 2025
- Fadly Alberto menjadi penentu kemenangan Timnas U17 Indonesia saat menghadapi Honduras pada laga terakhir Grup H Piala Dunia U17 2025.Bermain di Lapangan 7 Aspire Zone, Doha, Senin , pertandingan Indonesia vs Honduras berakhir dengan skor 2-1 untuk Garuda Asia.Timnas U17 Indonesia lebih dulu unggul lewat penalti Evandra Florasta pada menit ke-52.Dua menit kemudian, Honduras membalas melalui tendangan penalti Luis Suazo, putra mantan penyerang Inter Milan, David Suazo. Gol kemenangan Indonesia kemudian hadir dari kaki Fadly Alberto pada menit ke-72.Sepakannya dari luar kotak penalti memastikan tiga poin pertama Timnas U17 Indonesia di ajang Piala Dunia FIFA.Performa Fadly Alberto di Piala Dunia U17 2025 sudah jadi sorotan FIFA sebelum laga kontra Honduras.Badan sepak bola dunia itu menilai pemain muda Bhayangkara Presisi FC tersebut memiliki potensi besar di kancah Asia.Baca juga: Reaksi Nova Arianto usai Timnas U17 Ukir Sejarah di Piala Dunia 2025“Penampilan impresif Fadly Alberto bersama Timnas U-17 Indonesia di Piala Asia U17 menarik perhatian publik sepak bola nasional,” tulis laman resmi FIFA.“Pemain muda Bhayangkara Presisi FC ini menjadi sosok penting dalam kemenangan bersejarah Garuda Muda atas Korea Selatan dan Yaman, dua kemenangan monumental yang mengantarkan Indonesia ke Piala Dunia,” tulis laporan tersebut.Nama Fadly mulai dikenal sejak tampil di Piala Asia U17 2025 di Arab Saudi.Dari tiga laga yang dijalani, ia mencetak dua gol ke gawang Yaman dan Afghanistan.Instagram @timnasindonesia Pemain Timnas U17 Indonesia Fadly Alberto dan Muhamad Zahaby Gholy selebrasi usai menjebol gawang Tajikistan saat Piala Kemerdekaan 2025 yang berakhir dengan skor 2-2 di Stadion Utama Sumatra Utara, Kabupaten Deli Serdang, Selasa malam.Baca juga: Klasemen Akhir Grup H Piala Dunia U17 Usai Timnas Indonesia Cetak SejarahFadly Alberto Hengga lahir di Timika, Papua Tengah, lalu dibesarkan di Desa Banjarsari, Bojonegoro, Jawa Timur.Sejak usia tiga tahun, ia mulai dekat dengan dunia sepak bola dan kini menempuh pendidikan di sebuah SMK di daerahnya.


(prf/ega)