Sulit Rekrut Tentara, Inggris Siapkan Program "Gap Year" Berbayar untuk Latihan Militer

2026-01-12 03:16:31
Sulit Rekrut Tentara, Inggris Siapkan Program
LONDON, - Pemerintah Inggris pada Sabtu mengatakan, mereka akan meluncurkan program "gap year" berbayar untuk latihan militer.Program ini merupakan upaya pemerintah untuk mengatasi sulitnya perekrutan militer.Pada percontohan awal yang diluncurkan pada Maret 2026, program ini akan menawarkan sekitar 150 orang berusia di bawah 25 tahun untuk memberikan pengalaman dan pelatihan yang dibayar selama setahun di angkatan bersenjata.Pemerintah berharap, program ini bisa diperluas hingga menawarkan lebih dari 1.000 tempat, tergantung minat yang ada.Baca juga: Niatnya Restorasi Alam, Relawan Temukan Ratusan Sepatu Bersejarah Era Kejayaan InggrisDikutip dari AFP, Sabtu, pengumuman ini disampaikan setelah kepala angkatan bersenjata Inggris yang baru, Richard Knighton menyerukan agar para pemuda siap berperang dalam menghadapi ancaman yang semakin meningkat, termasuk dari Rusia.Hal ini terjadi ketika para petinggi pertahanan Inggris berupaya meningkatkan perekrutan.Data yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Inggris pada November menunjukkan, angkatan darat melatih sekitar 38 persen lebih sedikit rekrutan pada 2022-2023 dibandingkan 2019-2020.Hal ini menunjukkan semakin banyak orang yang meninggalkan pelatihan dibandingkan dengan tingkat sebelum pandemi."Program jeda setahun ini akan memberi kaum muda Inggris kesempatan untuk merasakan keterampilan dan pelatihan luar biasa yang ditawarkan di Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara," kata Menteri Pertahanan Inggris, John Healey."Ini adalah bagian dari tekad kami untuk menghubungkan kembali masyarakat dengan angkatan bersenjata dan mendorong pendekatan seluruh masyarakat terhadap pertahanan negara kita," sambungnya.Baca juga: Gegara Daun Masuk Mulut lalu Diludahkan, Kakek di Inggris Didenda Rp 5 JutaSkema ini terinspirasi oleh skema serupa di Australia.Negara-negara Eropa lainnya telah mempertimbangkan wajib militer sebagai respons terhadap ancaman dari Rusia.Perancis, Jerman, dan Belgia lebih dulu memperkenalkan program tersebut tahun ini.Pernyataan pemerintah Inggris yang menguraikan skema tersebut tidak menyebutkan gaji yang ditawarkan kepada para rekrutan atau alokasi anggaran untuk membayar gaji tersebut.Kementerian Pertahanan mengatakan, rincian lebih lanjut tentang skema tersebut akan menyusul.


(prf/ega)