Polri Tambah Alat Berat Percepat Penanganan Bencana di Sumbar

2026-01-15 15:52:57
Polri Tambah Alat Berat Percepat Penanganan Bencana di Sumbar
Jakarta - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menambah jumlah alat berat di wilayah Sumatra Barat (Sumbar) pada Minggu untuk mempercepat penanganan di lokasi bencana provinsi setempat.Keberangkatan lima unit alat berat tersebut dilepas langsung oleh Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Dedi Prasetyo didampingi Kepala Polda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta di depan Kantor Polres Padang Pariaman."Hari ini Polri kembali memberangkatkan lima unit berat untuk mempercepat penanganan di berbagai lokasi terdampak bencana," terang Dedi.AdvertisementIa mengatakan dengan adanya penambahan lima unit alat berat tersebut maka jumlah alat berat yang beroperasi ada sebelas unit, enam lainnya sudah bekerja di longsor dan bencana banjir bandang.Alat berat tersebut tersebar di berbagai titik lokasi yaitu di wilayah Kabupaten Agam, dan Padang Pariaman, provinsi setempat.Pihaknya berharap tambahan dukungan alat berat itu bisa semakin mempercepat penanganan usai bencana di lokasi yang terdampak."Kehadiran alat berat diharapkan dapat mempercepat pengerjaan dan pembersihan sehingga akses untuk jalur logistik, kendaraan, dan perekonomian di lokasi bisa digerakkan," jelas Dedi.Jenderal bintang tiga itu memastikan Polri akan terus mempercepat pemulihan infrastruktur maupun memenuhi kebutuhan dasar masyarakat pascabanjir di wilayah utara Sumatera, khususnya Sumbar.  


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-15 15:44