Olive Manor Semarang Jadi Destinasi Hits Nataru: Tawarkan Vibes Eropa hingga Balon Udara

2026-01-15 12:36:15
Olive Manor Semarang Jadi Destinasi Hits Nataru: Tawarkan Vibes Eropa hingga Balon Udara
SEMARANG, – Wisata Olive Manor di kawasan BSB City, Kota Semarang menjadi pilihan para wisatawan untuk menikmati libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).Berlokasi di sekitar Mijen, destinasi itu menawarkan ruang terbuka hijau dengan udara segar sekaligus bangunan ala Eropa.Pantauan Kompas.com, sederet mobil berplat luar daerah terparkir untuk mengunjungi destinasi baru ini.Bahkan tak jarang wisatawan rela menyewa taksi daring atau motor untuk menjajal kuliner dan berswafoto di berbagai sudut bangunan Olive Manor.Baca juga: Wisata Ala Africa di Olive Manor Semarang, Simak Jam Buka dan Biayanya!Ayu (28), wisatawan dari Boyolali mengaku sengaja menginap ke Semarang demi mengeksplorasi tempat wisata itu dengan nyaman tanpa terburu-buru.Ia mengaku berlibur ke Semarang merupakan keputusan yang tepat usai melihat kepadatan Yogyakarta yang ramai diperbincangkan di media sosial maupun media massa.“Pilih ke Semarang soalnya enggak serame Jogja kalau buat liburan akhir tahun. Walaupun tetep padat, tapi enggak lebay sampai bikin orang putus asa kejebak macet. Jogja udah dikunjungi 5 juta orang kabarnya, masa mau aku tambahin,” beber Ayu usai mencicipi kuliner di sana, Minggu .Dia bersama suaminya mencicipi pizza Serita dan minuman cokelat panas serta matcha panas setelah menerjang hujan saat perjalanan.Ayu menilai harga minimum pembelian Rp75.000 per orang terbilang masuk akal dengan kualitas yang layak diacungi jempol.“Makanannya oke, enggak ada yang gagal, meskipun agak pricey ya tapi sesuai sama tempatnya. Apalagi ini posisinya di kawasan BSB jadi wajar sih,” katanya.Baca juga: 10 Tempat Wisata Semarang 2025, Kunjungi Bersama KeluargaKOMPAS.COM/Titis Anis Fauziyah Suasana wisatawan berkunjung ke Olive Manor, Kawasan BSB City Semarang, Sabtu .Perempuan asal Tegal itu mengaku sudah mendapatkan lebih dari 100 foto hanya dalam 3 jam berwisata di sana.Mulai dari foto kuliner, foto dengan barang antik dan setrika arang, kincir angin, hingga tiap sudut bangunan yang berjajar di lokasi tersebut.“Tempatnya bagus, vibes Eropa Afrika, banyak spot foto estetik buat kasih upload feed Instagram. Aku emang pengen ke situ karena udah lihat rustic market yang ramai di Malang sama di Bogor lewat di Instagram,” bebernya.Setya (29), wisatawan lainnya sengaja melakukan perjalanan singkat sehari dari Pati bersama suami dan kedua anaknya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-15 10:46