YOGYAKARTA, - UPT Pengelolaan Cagar Budaya Kota Yogyakarta mencatat kunjungan wisatawan di Kawasan Malioboro selama libur Nataru mencapai lebih dari 1 juta orang.Kepala UPT Pengelolaan Cagar Budaya, Kota Yogyakarta, Fitria Dyah Anggraini mengatakan, jumlah pengunjung di Kawasan Malioboro diperkirakan mencapai 1 juta orang lebih. Jumlah ini meningkat tiga kali lipat dibanding tahun lalu.“Dari teras Malioboro itu kan per hari rata-rata sampai tanggal 26 kemarin itu ada di angka 15.000 per hari. Jadi kalau asumsinya teras Malioboro itu adalah 10-20 persen kunjungan ke Malioboro berarti antara 80.000-100.000 kunjungan per hari di Malioboro dan itu stabil,” katanya saat dihubungi, Selasa .Baca juga: Polisi Sterilisasi Malioboro dari Kendaraan Bermotor Mulai Pukul 18.00 Saat Malam Tahun BaruAnggi, sapaan akrabnya, menyampaikan, penghitungan wisatawan tidak bisa dilakukan secara detail mengingat banyak pintu masuk ke area Malioboro.“Kita enggak bisa ngambil satu pintu tertentu untuk menghitung, pastinya akan ada eror penghitungannya,” kata Anggi.Baca juga: Wisatawan Keluhkan Asap Sate di Malioboro, Satpol PP Kota Yogyakarta Minta Lapor ke Pos NataruAnggi menjelaskan, UPT menggunakan skema asumsi, bahwa jumlah kunjungan wisatawan di Teras Malioboro Bekalan dan Ketandan adalah 20 persen dari total jumlah kunjungan wisatawan di Malioboro.UPT mencatat, dari tanggal 19 Desember 2025 di dua Teras Malioboro itu terdapat 15.000 sampai 18.000 kunjungan wisatawan per harinya, sehingga angka kunjungan wisatawan harian di Malioboro total 80.000 hingga 100.000."Masih asumsi kasar aja memang (angka kunjungan) 80.000 sampai 100.000 per hari," kata Anggi.Lanjut Anggi, puncak kunjungan wisatawan di Malioboro terjadi pada Sabtu . Namun, ia memperkirakan pada malam pergantian tahun jumlah kunjungan akan kembali meningkat tetapi tidak signifikan.Setelah tanggal 31 Desember jumlah kunjungan wisatawan akan berangsur-angsur normal hingga awal Januari 2026."Jadi, kalau misalnya sampai di puncak Nataru nanti, itu mungkin sekitar 1,4-1,5 (juta kunjungan). Jadi, ini bisa dibilang tiga kali lipat dari angka kunjungan tahun lalu,” ujar dia.“Setelah 31 Desember, akan berangsur-angsur normal pada tanggal 1, 2, 3 Januari,” kata dia.Menurut dia, angka kasar dari jumlah kunjungan wisatawan ke Malioboro ini tiga kali lipat lebih jika dibanding dengan data BPS tahun lalu yang sekitar 500.000 kunjungan ke Malioboro.“Jadi ini bisa dibilang tiga kali lipat dari angka kunjungan tahun lalu yang menurut data BPS kan sekitar 500.000 kunjungan ke Malioboro,” ujar dia.Anggi menyampaikan, ada beberapa faktor penyebab kenaikan jumlah kunjungan wisatawan ke Malioboro atau ke Kota Yogyakarta, pertama yaitu potensi bencana hidrometeorologi di daerah lain.Lalu kedua, Yogyakarta lebih mudah diakses wisatawan asal Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, karena adanya tol."Image tentang Jogja yang ramah dan murah, itu mungkin menjadi satu daya tarik juga, gitu," pungkasnya.
(prf/ega)
1 Juta Orang Lebih Kunjungi Malioboro pada Libur Nataru, 3 Kali Lipat Dibanding Tahun Lalu
2026-01-12 04:56:27
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:35
| 2026-01-12 04:58
| 2026-01-12 04:29
| 2026-01-12 04:28
| 2026-01-12 03:08










































