Jakarta - Masalah sampah yang semakin menumpuk setiap hari membuat banyak orang khawatir tentang kondisi lingkungan. Sampah plastik, botol, dan limbah lainnya terus bertambah tanpa penanganan yang jelas. Melihat kondisi tersebut, hadir sebuah komunitas pencinta lingkungan bernama Gudskul Rekayasa dan Dicoba-coba (GudRnD).Komunitas ini tidak hanya mengumpulkan sampah, tetapi juga mengolahnya kembali menjadi berbagai barang baru yang dapat digunakan dan memiliki nilai guna.AdvertisementGudRnD terbentuk pada masa awal pandemi, ketika face shield sulit ditemukan dan dibutuhkan oleh banyak orang. Dari kondisi itu muncul gagasan untuk membuat face shield menggunakan mesin 3D print. "GudRnd terbentuk saat pandemi, waktu itu kami bikin face shield pakai 3D print, dan ternyata menyisakan banyak potongan plastik sampai dua, tiga karung. Dari situ kami mulai mikir buat mengolah limbah itu lagi," kata Muhammad Aldino sebagai Project manager saat ditemui Kamis 4 Desember 2025.Melihat tumpukan potongan plastik yang terus bertambah, mereka mulai memikirkan cara agar limbah itu tidak langsung dibuang. Dari rasa penasaran itu, mereka mencoba berbagai cara untuk mengolahnya kembali. "Akhirnya kita coba. Kita ulik dengan dibakar, direbus, sampai akhirnya ketemu cara yang paling aman dan paling masuk akal, yaitu pakai oven," tambahnya.Dari percobaan menggunakan oven itu, potongan limbah plastik perlahan mulai berubah menjadi lembaran yang bisa dibentuk ulang menjadi berbagai produk, seperti kacamata, stand laptop, stand handphone, hingga poster. Percobaan yang dilakukan berulang-ulang inilah yang kemudian membuat mereka terbiasa menyebut aktivitas tersebut sebagai 'rekayasa dan dicoba-coba', sebutan yang akhirnya berkembang menjadi nama GudRnD.
(prf/ega)
Mengenal Komunitas GudRnD, Daur Ulang Plastik Sederhana jadi Produk Bernilai Guna
2026-01-12 12:09:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 12:02
| 2026-01-12 11:43
| 2026-01-12 11:41
| 2026-01-12 11:28
| 2026-01-12 10:37










































