ACEH UTARA, - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Aceh Utara menyepakati perpanjangan masa tanggap darurat bencana selama sepekan ke depan, mulai 23-29 Desember 2025.Saat ini, kebutuhan mendesak di pengungsian adalah perlengkapan ibadah seperti mukena, sajadah dan sarung. Sementara, untuk bahan pangan dinilai sudah memadahi.Keputusan perpanjangan masa tanggap darurat tersebut diambil dalam rapat evaluasi penanganan banjir di Pendopo Bupati Aceh Utara, Senin .Rapat ini juga dihadiri Tenaga Ahli Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) Brigjen Herman Hidayat selaku penanggung jawab untuk Kabupaten Aceh Utara.Baca juga: Aceh Utara Perpanjang Masa Tanggap Darurat Banjir Selama SepekanBupati Aceh Utara, Ismail A Jalil menekankan agar seluruh pihak bekerja keras dalam pembagian bahan pangan.“Kita kerja keras. Pembagian bahan pangan, per paket per kepala keluarga. Camat harus kontrol betul, jangan ada desa yang tidak kebagian. Jangan ada rakyat yang mengeluh tidak ada bantuan,” tegas Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil.Ia menginstruksikan para camat wajib memonitoring seluruh kepala desa setiap hari terkait suplai bahan pangan.“Jangan sampai hanya ke lokasi viral saja kita fokus. Lokasi yang tidak viral, terlupakan. Masih banyak lokasi banjir di pedalaman Baktiya misalnya,” terang Ayahwa.Pihaknya telah mendatangi seluruh lokasi pengungsian. Ismail meminta BNPB mengirimkan kebutuhan ibadah, mulai dari sajadah, mukena, dan sarung.“Kebutuhan sekarang sudah lebih spesifik, mulai kebutuhan ibadah, bahan pangan bayi, ibu hamil, ibu menyusui, orang tua lanjut usia. Harap dukungan BNPB seminggu ke depan, kita pastikan ini semua berjalan,” katanya.Baca juga: Pemprov NTB Kirim Tim Medis dan Obat-obatan ke Aceh Utara, Bantu Masyarakat Terdampak BanjirSejauh pantauannya, kebutuhan sarana ibadah paling mendesak.“Ke mana-mana saya datang diminta sajadah, mukena, sarung, tenda. Logistik kita mencukupi sementara waktu,” katanya.Kapolres Lhokseumawe AKBP Ahzan menyebutkan hal yang sama. Saat ini perlengkapan ibadah memang dibutuhkan warga. Sementara untuk bahan pangan menurutnya saat ini sudah memadahi.“Kebutuhan sekarang sarana ibadah, mukena, sarung. Bahan pangan sudah memadai. Ditambah upaya pemulihan secepatnya harus kita lakukan,” katanya.Baca juga: 25 Hari Pascabanjir, Sinyal Telekomunikasi Baru Pulih 80 Persen di Aceh UtaraSebelumnya diberitakan, banjir merendam 18 kabupaten/kota di Aceh pada 26 November 2025.Aceh Utara menjadi salah satu daerah terparah terdampak banjir. Ratusan orang meninggal dunia, ribuan rumah rusak, dan seluruh fasilitas umum lumpuh.
(prf/ega)
Tanggap Darurat Bencana Aceh Utara Diperpanjang, Pengungsi Butuh Perlengkapan Ibadah
2026-01-12 06:44:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:43
| 2026-01-12 06:05
| 2026-01-12 05:56
| 2026-01-12 04:37










































