INDORE, - Keluarga salah satu dari dua bayi perempuan yang meninggal dunia setelah diduga digigit tikus saat dirawat di ruang ICU Rumah Sakit MY (MYH), India, menuding pihak rumah sakit lalai dan menyembunyikan penyebab sebenarnya dari kematian.Sajid Khan, petani asal Distrik Dewas, mengaku tak pernah diberitahu bahwa bayinya mengalami luka akibat gigitan tikus, hingga jenazah sang anak dikembalikan kepada keluarga.“Saya membawa bayi perempuan saya yang baru lahir ke ICU anak-anak,” ujar Sajid dikutip dari NDTV, Rabu .Baca juga: Tikus Raksasa Gegerkan Warga Inggris, Ukurannya Setara Kucing Dewasa“Setelah kematiannya, ketika jenazahnya diserahkan kepada kami, pihak administrasi MYH memberitahu kami bahwa ia meninggal karena infeksi darah. Kami tidak diberi tahu saat itu bahwa ia digigit tikus di ICU,” katanya.Ia menambahkan, luka gigitan baru diketahui saat kain kafan dan perban dibuka menjelang upacara pemakaman.“Luka-luka akibat gigitan tikus terlihat di jari-jari dan telapak tangannya,” ujar Sajid.Menurut keterangan pejabat setempat, dua bayi perempuan yang sebelumnya menderita kelainan bawaan diduga digigit tikus saat dirawat di ICU MYH antara malam 31 Agustus hingga 1 September 2025.Pihak rumah sakit bersikukuh bahwa keduanya meninggal akibat kondisi medis serius yang sudah dialami sejak lahir, bukan karena gigitan tikus.Khan, yang didampingi organisasi suku Jai Adivasi Yuva Shakti (JAYS), mendatangi kantor Pengadilan Distrik Indore untuk melaporkan kasus ini secara resmi.Ia mengaku sang istri masih berada dalam kondisi trauma setelah mengetahui fakta bahwa anak mereka menjadi korban gigitan tikus di rumah sakit.Unsplash/jcotten Ilustrasi tikus masuk ke rumah.“Istri saya masih syok mengetahui bagaimana putri kami digigit tikus di ICU MYH dan mengapa dia tidak bisa dirawat di rumah sakit lain?” kata Sajid.“Kami hanya memberinya satu jawaban: Kami tidak tahu dia digigit tikus,” imbuhnya.Baca juga: Fenomena Manusia Tikus Marak di China, Anak Muda Ogah Bekerja KerasIa mendesak pemerintah agar mengambil langkah tegas terhadap pejabat rumah sakit agar kasus serupa tidak terulang.Hakim Distrik Indore, Shivam Verma, menyatakan bahwa pemerintah negara bagian saat ini sedang menyalurkan kompensasi kepada keluarga korban dari Distrik Dewas.Ia juga menegaskan, pemerintah akan mengambil tindakan sesuai hasil laporan tim investigasi tingkat negara bagian.“Pemerintah sangat sensitif terhadap kasus ini dan akan bertindak setelah hasil penyelidikan keluar,” ujar Verma.Sementara itu, Presiden JAYS, Lokesh Mujalda, dalam pertemuannya dengan pejabat pemerintah daerah, mendesak agar sejumlah pejabat senior rumah sakit diberhentikan sementara waktu.Dia juga meminta agar kasus ini diproses sebagai dugaan pembunuhan tidak disengaja.Baca juga: Seekor Tikus Cetak Rekor Dunia, Jadi Pahlawan di Ladang Ranjau KambojaSumber: Kompas.com (Penulis: Albertus Adit | Editor: Albertus Adit)
(prf/ega)
Bayi di ICU Meninggal Digigit Tikus, RS Tolak Akui Salah
2026-01-12 06:20:22
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:39
| 2026-01-12 05:27
| 2026-01-12 04:57
| 2026-01-12 04:53
| 2026-01-12 04:45










































