Kasus Kekerasan di Papua Cenderung Meningkat Tahun 2025, Didominasi Kekerasan Bersenjata

2026-02-02 09:46:15
Kasus Kekerasan di Papua Cenderung Meningkat Tahun 2025, Didominasi Kekerasan Bersenjata
JAYAPURA,  - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik Indonesia Wilayah Papua menyatakan bahwa kasus kekerasan di Papua, cenderung meningkat selama tahun 2025.“Kasus kekerasan yang terjadi di Papua cenderung meningkat. Komnas HAM Papua mencatat ada 116 kasus yang terjadi selama Januari hingga Desember 2025," kata Ketua Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey dalam keterangan kepada wartawan di Kantor Komnas HAM Papua, di Jayapura, Rabu .Menurut Frits, kekerasan bersenjata yang terjadi antara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) dan TNI-Polri cenderung mengalami peningkatan yang signifikan dan terus berulang dari tahun ke tahun."116 kasus kekerasan yang terjadi selama 2025 ini didominasi oleh kontak tembak dan penembakan (serangan tunggal). Tren kekerasan di tanah Papua terus mengalami peningkatan,” ujarnya.Baca juga: 75 Orang Jadi Korban Kekerasan di Papua sejak Januari hingga Juni 2025Berikut rincian 116 kasus kekerasan yang terjadi di Papua sepanjang tahun 2025:Frits menjelaskan bahwa berdasarkan catatan Komnas HAM Papua, mulai dari Januari sampai Desember, kasus kekerasan tertinggi terjadi di Kabupaten Yahukimo dengan 28 kasus.Kemudian, di urutan kedua ada Kabupaten Intan Jaya dengan 18 kasus. Lalu, Puncak Jaya 10 kasus, Puncak 8 kasus; Kabupaten Jayawijaya 6 kasus; dan Kota Jayapura 7 kasus.Sementara itu, terkait korban jiwa, Komnas HAM Papua mencatat ada 220 orang menjadi korban.“Dari 116 kasus ini, ada 220 orang yang menjadi korban selama setahun ini,” kata Frits.“Ada 132 orang meninggal dunia, 88 orang luka-luka. Selain itu, untuk warga sipil ada 132 orang meninggal dunia, 77 orang luka-luka dan 57 luka-luka,” ujarnya lagi.Baca juga: Tahun 2024, Ada 85 Kasus Kekerasan di Papua, 71 Korban Tewas


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-02-02 09:42