Trenggiling Langka Ditemukan Lestari di TN Kayan Mentarang, Terekam Saat Memanjat Pohon

2026-01-12 04:03:54
Trenggiling Langka Ditemukan Lestari di TN Kayan Mentarang, Terekam Saat Memanjat Pohon
NUNUKAN, – Satwa langka Trenggiling (Manis javanica) kembali ditemukan dalam kondisi lestari di Resort Krayan, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I, Balai Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM). Temuan ini diperoleh melalui kegiatan SMART Patrol yang dilakukan petugas lapangan.SPTN Wilayah I merupakan kawasan konservasi yang sangat luas, mencapai 272.930,01 hektar, meliputi wilayah Krayan dan Lumbis di sepanjang perbatasan Kabupaten Nunukan dengan Malaysia.Baca juga: Aceh Dapat Bantuan Negara Lain, Menhan: Itu Bukan Bantuan AsingKepala Balai TNKM, Seno Pramudito, mengatakan temuan satwa dilindungi tersebut menjadi bukti pentingnya fungsi kawasan konservasi di perbatasan."Temuan ini, menjadi bukti nyata fungsi vital kawasan konservasi di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia sebagai habitat penting bagi keanekaragaman hayati Kalimantan," ujarnya melalui pesan tertulis, Selasa .Dalam dokumentasi yang diterima Kompas.com, seekor trenggiling terlihat memanjat pohon tanpa menunjukkan tanda terganggu meski disorot cahaya senter. Satwa yang sisiknya sering diperjualbelikan secara ilegal itu tetap mencengkeram batang pohon dan bergerak perlahan ke atas.Seno menegaskan bahwa temuan seperti ini sangat berharga bagi upaya konservasi."Banyaknya Trenggiling yang dijumpai di TNKM, menunjukkan bahwa kondisi habitat satwa ini masih terjaga dengan baik dan TNKM mampu mendukung kehidupan satwa-satwa kunci yang dilindungi," ujarnya.Seno menjelaskan bahwa SMART Patrol (Spatial Monitoring and Reporting Tools) merupakan sistem monitoring yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, dan mengevaluasi data spasial secara terorganisir dalam satu basis data.Tujuan utama kegiatan ini meliputi:Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat."Kami mengucapkan terima kasih kepada tim yang bertugas di lapangan, masyarakat adat dan stakeholder terkait yang masih berusaha menjaga kelestarian Kawasan TNKM dengan baik," ucap Seno.


(prf/ega)