BSI–Kemenhaj Perkuat Kolaborasi Digitalisasi Layanan Haji

2026-01-16 09:08:32
BSI–Kemenhaj Perkuat Kolaborasi Digitalisasi Layanan Haji
JAKARTA, – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menjalin kerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) untuk memperkuat digitalisasi layanan keuangan bagi jamaah haji asal Indonesia. Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan di Jakarta dan menjadi bagian dari persiapan penyelenggaraan haji 2026.Kesepakatan ini ditandatangani oleh Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo dan Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf. Kedua pihak menyetujui kolaborasi dalam operasional transaksi kelembagaan, penyediaan akses layanan haji bagi calon jamaah, serta pemanfaatan produk keuangan syariah BSI.Penandatanganan ini sekaligus menandai dimulainya tahap awal layanan haji 2026. Pemerintah menetapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (Bipih) 2026 sebesar Rp 87.409.365,45 per jamaah. Rata-rata jamaah membayar Rp 54.193.806,58, sementara sisanya ditutup dari nilai manfaat dana haji. Bipih tahun ini lebih rendah sekitar Rp 2 juta dibandingkan tahun sebelumnya, dan proses pelunasan diperkirakan dimulai pada pekan keempat November 2025.Baca juga: Persiapan Haji 2026: Kemenhaj Tegaskan Istitha’ah Wajib dan Rekrutmen Petugas Bebas TitipanDirektur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyatakan apresiasinya terhadap kerja sama tersebut karena dinilai memperkuat layanan bagi jamaah Indonesia yang menjadi salah satu rombongan terbesar setiap tahun. “Kami berkomitmen menyediakan layanan perbankan syariah yang lebih cepat, aman, dan terkoneksi dengan sistem di Arab Saudi sehingga jamaah dapat beribadah dengan tenang dan juga dapat melakukan transaksi keuangan di Arab Saudi secara aman,” ujarnya, melalui keterangan pers, dikutip Sabtu . BSI telah menyiapkan berbagai kanal untuk pelunasan biaya haji, baik secara offline, online, maupun melalui BSI Agen yang tersebar di seluruh Indonesia.Baca juga: BSI Terhubung ke SuperApp Muhammadiyah untuk Integrasi Layanan KeuanganMenteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menegaskan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas layanan bagi jamaah Indonesia. “Sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki posisi strategis dalam penyelenggaraan ibadah haji, sehingga peningkatan pelayanan haji dan umrah menjadi prioritas utama kami setiap tahun,” ujarnya.Ia berharap kolaborasi dengan BSI sebagai bank syariah terbesar dapat memberi kemudahan tambahan bagi jamaah. “Kami berharap BSI juga dapat mempermudah jamaah baik di Tanah Air maupun saat berada di Tanah Suci,” katanya.BSI saat ini menjadi market leader layanan perbankan jamaah haji. Rata-rata 83 persen calon haji Indonesia menggunakan layanan BSI untuk keberangkatan ke Arab Saudi. Di sisi tabungan haji, BSI mengelola lebih dari 6,7 juta rekening, dengan sekitar 51 persen di antaranya sudah masuk daftar tunggu.Baca juga: Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Keuangan Haji, BPKH dan 30 Bank Syariah Teken Kerja Sama


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-16 08:56