LDA Nobatkan KGPH Hangabehi sebagai Pakubuwono XIV, Dualisme di Keraton Surakarta Semakin Panas

2026-01-12 07:14:06
LDA Nobatkan KGPH Hangabehi sebagai Pakubuwono XIV, Dualisme di Keraton Surakarta Semakin Panas
- Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Kasunanan Surakarta menobatkan Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hangabehi sebagai Pakubuwono XIV, Kamis .Prosesi penobatan berlangsung di Sasana Handrawina, Keraton Solo, dengan penjagaan ketat aparat TNI dan kepolisian sejak pagi hari.Penetapan ini dilakukan setelah LDA dan Maha Menteri KGPA Tedjowulan menggelar pertemuan internal.Namun, prosesi tersebut diwarnai ketegangan karena adanya penolakan dari Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Timoer Rumbay, putri tertua almarhum Pakubuwono XIII.Baca juga: Rapat Suksesi Keraton Surakarta, KGPH Hangabehi Jadi PB XIV, Jumenengan Gusti Purboyo Tetap DigelarMomen penobatan KGPH Hangabehi dilakukan di Sasana Handrawina, kawasan dalam Keraton Surakarta.Pantauan di lapangan menunjukkan aparat keamanan berjaga ketat di area keraton demi mengantisipasi situasi yang sempat memanas.Penobatan ini dilaksanakan oleh Lembaga Dewan Adat (LDA), yang menjadi lembaga tertinggi adat di lingkungan Keraton Surakarta.Sebelumnya, LDA mengadakan rapat bersama Maha Menteri KGPA Tedjowulan untuk membahas pengangkatan penerus takhta setelah wafatnya PB XIII.Baca juga: Mengenal Tradisi Jumenengan, yang Diagendakan Keraton Solo 15 November 2025Ketegangan terjadi ketika GKR Timoer Rumbay masuk ke Sasana Handrawina dan menyampaikan keberatannya atas prosesi tersebut.Ia menilai penobatan KGPH Hangabehi bertentangan dengan komunikasi internal keluarga keraton.GKR Timoer juga menegaskan bahwa adiknya, KGPAA Hamengkunegoro, telah lebih dahulu menyatakan diri sebagai Pakubuwono XIV sesaat sebelum pemberangkatan jenazah PB XIII.Akibat perbedaan sikap ini, sempat terjadi perdebatan di lokasi antara GKR Timoer dan Gusti Moeng (Gusti Wandansari Retno Wulan).“Di mana Gusti Timoer dan adik-adiknya menyerbu Handrawina, tempat acara kita. Mereka mengatakan acara ini bertentangan dengan komunikasi internal mereka sebelumnya. Saat ini masih terjadi perdebatan antara Gusti Rumbay dan Gusti Moeng,” ungkap KGPH Suryo Wicaksono, Kamis .Dalam rapat sebelumnya, hadir Maha Menteri KGPA Tedjowulan, yang dikenal sebagai raja ad interim berdasarkan surat dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon.Rapat tersebut juga dihadiri oleh para sentono, sesepuh, dan putra-putri dalem PB XII serta PB XIII.


(prf/ega)