JAKARTA, - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan harga dan pasokan bahan pokok di Pulau Sumatera secara umum masih terkendali, meskipun sejumlah provinsi tengah terdampak banjir dan longsor, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam beberapa waktu terakhir.Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, mengatakan kondisi pasokan di wilayah bencana dan di daerah sekitar yang tidak terdampak langsung perlu dibedakan.Untuk wilayah terdampak, pemerintah memberikan penanganan khusus melalui berbagai bentuk bantuan.Baca juga: Permendag Baru soal Minyakita, Mendag: Paling Lambat Besok DitandatanganiSementara itu, di wilayah non-bencana, termasuk sebagian di Sumatera Utara, pasokan bahan pokok dilaporkan tetap tersedia dan stabil.“Kalau di daerah bencana, di daerah bencana itu kan memang yang kena bencana kan memang ya khusus, kan ditangani dengan bantuan segala macam, tetapi di sekitar yang tidak terjadi bencana itu tadi disampaikan juga dari Sumatera, Sumatera Utara juga pasokan ada,” ujar Budi saat ditemui di gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Senin .Namun demikian, ia mencatat distribusi bantuan menjadi tantangan terbesar karena sejumlah infrastruktur rusak akibat banjir.Meski begitu, pasokan di luar wilayah terdampak tetap aman dan tidak mengalami hambatan berarti.“Nah pasokan ada, terkendali. Cuman kalau yang mau masuk yang bantuan ini kan infrastrukturnya lagi bermasalah, tapi yang di luar itu tidak ada masalah, tidak masalah artinya pasokan juga ada semua. Nah nanti tadi juga disampaikan kembali lagi supaya jangan terdampak distribusinya,” jelasnya.Terkait pasar rakyat yang rusak, Mendag menerima laporan bahwa terdapat sekitar 41 pasar terdampak di Sumatera Utara.Namun, pemerintah saat ini masih memprioritaskan penyaluran bantuan kepada masyarakat sebelum masuk ke tahap pemulihan fasilitas umum tersebut.“Kalau yang bencana, fokusnya bantuan dulu sampai terjangkau ke lokasi. Yang penting sekarang yang di luar bencana justru harus diantisipasi jangan sampai nanti Nataru harga naik,” katanya.Sementara itu, mengenai anggaran revitalisasi pasar yang rusak, Budi mengungkapkan Kemendag belum mengalokasikan dana khusus.Ia memastikan koordinasi lintas kementerian dan lembaga akan dilakukan untuk menangani kebutuhan pemulihan pasar rakyat.“Kalau dari Kemendag belum, tapi nanti coba kita koordinasikan lagi dari mana seharusnya,” paparnya.Dengan pasokan yang relatif stabil di luar area banjir dan percepatan penanganan di wilayah terdampak, pemerintah berharap harga bahan pokok tetap terjaga dan tidak memicu gejolak baru menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
(prf/ega)
Bagaimana Harga Bahan Pokok di Sumatera Pasca Banjir? Ini Penjelasan Mendag
2026-01-12 04:33:06
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:20
| 2026-01-12 05:18
| 2026-01-12 04:18
| 2026-01-12 03:13
| 2026-01-12 02:53










































