Bali Sepi Wisatawan Jelang Libur Akhir Tahun? Ini Kata Asosiasi Wisata

2026-01-12 06:54:54
Bali Sepi Wisatawan Jelang Libur Akhir Tahun? Ini Kata Asosiasi Wisata
 - Kabar Bali sepi wisatawan jelang libur Natal dan Tahun Baru, hangat menjadi perbincangan di media sosial. Menanggapi hal ini Ketua Asosiasi Agen Tur dan Perjalanan Indonesia (ASITA) Bali, I Putu Winastra mengamini memang terjadi penurunan kunjungan wisatawan ke Bali saat ini. "Memang terjadi penurunan kunjungan," kata Putu kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Selasa . Putu menyampaikan belum ada data terkait persentase penurunan kunjungan wisatawan ke Bali saat ini.Baca juga: Liburan 2 Hari 1 Malam di Bali, Contek Rekomendasi Itinerary Ini Namun, dari usaha akomodasi yang ia kelola secara pribadi di Bali, tercatat tingkat huniannya hanya sekitar 10 sampai 15 persen pada Desember 2025. "Ya, sangat turun (dibanding tingkat hunian jelang Natal dan Tahun baru 2024), traffic wisatawannya ini turun," ujar Putu.Putu menjelaskan, ada beberapa faktor penyebab terjadinya penurunan kunjungan wisatawan ke Bali jelang libur Natal dan Tahun Baru saat ini. Faktor pertama, katanya, yaitu pasar wisatawan Eropa Barat yang memang tidak terlalu banyak bepergian saat Natal dan Tahun Baru. Sebab, mereka lebih banyak berkumpul bersama keluarga di rumah. Namun, lanjut Putu, lain halnya dengan pasar wisatawan Eropa Timur yang memang bepergian karena di daerah asal mereka sedang musim dingin. Fakto kedua, kata Putu, yaitu pemberitaan negatif terkait destinasi di Bali yang belakangan dinilai sangat masif di media sosial. "Saya juga melihat bahwa pemberitaan terhadap Bali sebagai destinasi sangat masif sekali di media sosial. Terutama hal-hal yang negatif, pemberitaan terkait dengan banjir, kemudian sampah, kemacetan, dan overtourism," ujar Putu.Baca juga: Cara Nonton Tari Kecak di Pantai Melasti Bali, Berapa Harga Tiketnya? Pemberitaan negatif ini, katanya, justru dimanfatkan oleh negara kompetitor untuk memanfaatkan situasi. Sehingga, tambahnya, wisatawan akan berpaling ke destinasi lain, dengan faktor keamanan dan keseamatan sebagai bahan pertimbangan. "Bali masih banyak tempat-tempat yang bagus, tidak hanya Bali bagian selatan. Ada desa-desa wisata yang juga cantik," ujar Putu. Kata Putu, bencana yang terjadi di Bali tentu perlu diterima dan diinformasikan. Namun, sambungnya, informasi destinasi wisata yang lainnya tentu perlu disebarluaskan.


(prf/ega)