Kalbe Siapkan Strategi 2026, Perkuat Investasi Radiofarmaka hingga Bahan Baku Obat

2026-01-11 22:38:51
Kalbe Siapkan Strategi 2026, Perkuat Investasi Radiofarmaka hingga Bahan Baku Obat
SUKABUMI, – PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menyiapkan sejumlah strategi untuk memperkuat pertumbuhan bisnis pada 2026.Perusahaan akan melanjutkan fokus pengembangan di masing-masing segmen usaha, sekaligus menjalankan beberapa investasi strategis seperti pembangunan fasilitas produksi radiofarmaka, penguatan kolaborasi dengan Livzon Pharma untuk bahan baku obat, hingga peningkatan kapasitas pada lini alat kesehatan.Pemaparan itu disampaikanHead of Corporate Business Development Kalbe Farma, Hari Nugroho, dalam wawancara bersama Kompas.com pada acara Media Gathering di Sukabumi, Kamis .Baca juga: Kalbe Hadapi Tekanan Kurs, Siapkan Strategi Produksi dan PembiayaanDok. Kalbe Farma Produksi dialyzer lokal pertama di Indonesia oleh PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui PT Forsta Kalmedic Global (Forsta) menjadi langkah strategis yang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan alat kesehatan dalam negeri, tetapi juga menciptakan peluang besar bagi industri manufaktur pendukung lokal.Dalam kesempatan tersebut, Hari menjelaskan bahwa Kalbe mengantisipasi dinamika global dan volatilitas mata uang dengan serangkaian langkah mitigasi yang lebih terukur.“Terkait strategi 2026, kami akan terus fokus pada masing-masing segmen bisnis. Investasi strategis seperti fasilitas radiofarmaka, kerja sama Livzon Pharma untuk bahan baku obat, dan penguatan bisnis alat kesehatan akan tetap berjalan,” ujar Hari.Menurutnya, salah satu tantangan terbesar industri farmasi saat ini adalah fluktuasi nilai tukar USD/IDR karena sebagian besar bahan baku obat (BBO) masih harus diimpor.Untuk itu, Kalbe telah menerapkan pembayaran menggunakan mata uang lokal negara mitra, seperti Renminbi/Yuan untuk impor BBO dari China. Selain itu, perusahaan juga menyiapkan cadangan kas dollar AS untuk meredam risiko volatilitas kurs.Baca juga: Ketergantungan Impor Bahan Baku Farmasi Masih Tinggi, Kalbe Genjot Substitusi LokalHari menambahkan, Kalbe terus mencari substitusi bahan baku impor dengan memperluas pengembangan sumber bahan baku lokal, terutama untuk produk berbasis bioteknologi. Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada impor jangka panjang.Meski terdapat tantangan global, Hari menilai dampak geopolitik terhadap industri farmasi Indonesia tidak terlalu signifikan. Justru, kondisi tersebut membuka peluang lebih besar bagi kolaborasi internasional.


(prf/ega)