Pemkab Badung Genjot Layanan Kesehatan Lewat Program Nak Badung Sehat

2026-02-02 13:08:27
Pemkab Badung Genjot Layanan Kesehatan Lewat Program Nak Badung Sehat
Pemerintah Kabupaten Badung mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui program Nak Badung Sehat. Program yang dibangun Dinas Kesehatan Badung ini meliputi layanan Home Care, Gawat Darurat/Badung Emergency Service and Treatment (BEST), Telemedicine, Siap Antar Jemput Pasien (SIGAP) dan Aplikasi Badung Sehat.Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengatakan program Nak Badung Sehat merupakan salah satu implementasi dari misi kedua Badung, yaitu meningkatkan kualitas kehidupan krama Badung di bidang pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial."Kami mengapresiasi Dinas Kesehatan yang sudah mampu menerjemahkan visi-misi Badung di bidang kesehatan. Mudah-mudahan melalui program Nak Badung Sehat ini kita mampu memberikan layanan prima sehingga menjadi budaya melayani serta mampu meningkatkan kualitas derajat kesehatan masyarakat Badung," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (2/12/2025).Dengan adanya sistem ini, Adi meminta petugas kesehatan bergerak dengan pendekatan hati nurani, kasih sayang dan rasa empati. Ia mengatakan dengan program Nak Badung Sehat, setidaknya akan ada total tambahan 25 pelayanan kesehatan di luar tanggungan BPJS Kesehatan.Ia mengakui dukungan Rumah Sakit Swasta juga sangat dibutuhkan. Untuk itu, ia meminta Direktur Rumah Sakit Swasta agar meningkatkan kerja sama sehingga mampu memberikan pelayanan yang cepat dan terbaik bagi masyarakat.Sementara itu, Kadis Kesehatan Badung dr. Made Padma Puspita menjelaskan program Nak Badung Sehat terdiri dari beberapa fitur, mulai dari home care, gawat darurat/BEST, telemedicine, SIGAP dan Aplikasi Badung Sehat. Adapun khusus aplikasi Badung Sehat, sudah dipresentasikan di Kementerian Kesehatan dan dipilih menjadi percontohan nasional.Selain launching Nak Badung Sehat, dilakukan juga pengukuhan Sekretariat Bersama Organisasi Profesi Badung dan menjadi yang pertama secara nasional. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dengan organisasi profesi ini akan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Badung."Kami Dinas Kesehatan dengan segenap komponen siap melaksanakan arahan Bupati dan Wakil Bupati Badung. Kami juga berkomitmen sampai tingkat bawah memberikan kemudahan layanan bagi masyarakat Badung," pungkasnya.Sebagai informasi, program Nak Badung Sehat diluncurkan di Puspem Badung pada Sabtu (31/5/2025) oleh Ketua TP. PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa dan Kadis Kesehatan Badung dr. Made Padma Puspita.Acara tersebut juga dirangkai dengan Pengukuhan Sekretariat Bersama Organisasi Profesi Kabupaten Badung dan Pembukaan Rakerda Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Badung. Di sela launching, Bupati berkesempatan mengadakan interaktif layanan program Home Care yang dilakukan petugas Puskesmas di masing-masing kecamatan.Dari obrolan Bupati dengan masyarakat yang mendapat layanan home care, respons masyarakat senang dengan program home care karena sangat membantu dan gratis. Acara tersebut tururt dihadiri Pimpinan Perangkat Daerah, Tim Perumus Kebijakan, Direktur RS Swasta, Organisasi Profesi, Ketua Klinik dan Pengurus Pusat PPNI Bali. Tonton juga video "Strategi Keberlanjutan Badung, dari Pangan hingga Pariwisata"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-02-02 11:53