Penjelasan Polisi soal Kabar Pelaku Penipuan WO Dilepas Usai Diperiksa

2026-01-13 06:49:54
Penjelasan Polisi soal Kabar Pelaku Penipuan WO Dilepas Usai Diperiksa
– Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, buka suara terkait kabar pemilik wedding organizer (WO) berinisial APD dilepaskan setelah diperiksa dalam kasus dugaan penipuan.Sosok APD tengah menjadi sorotan warganet setelah rumahnya di Jalan Beton, Kayu Putih, Jakarta Timur, didatangi ratusan orang.Kejadian ini muncul setelah APD diduga melakukan penipuan terkait paket pernikahan yang membuat kliennya yang berasal dari Cimanggis, Cileungsi, Bogor, dan Bekasi merasa geram.Baca juga: 5 Iklan Lowongan Kerja yang Sering Jadi Target Penipuan Versi Jobstreet 2025Budi mengatakan bahwa polisi tidak melepas APD karena penyidik masih harus mengumpulkan barang bukti yang cukup.Meski begitu, laporan terkait dugaan penipuan WO ke Polda Metro Jaya baru masuk pada Minggu .“Kemarin sore laporannya baru masuk terkait penipuan penggelapan,” ujar Budi dikutip dari Kompas.com, Senin .“Bukan dilepaskan. Selaku penyidik harus membuat terang suatu tindak pidana. Harus periksa saksi, terus alat-alat buktinya apa. Ini kan harus didalami,” tambahnya.Budi menambahkan, kasus dugaan penipuan WO yang dilakukan oleh APD sudah terjadi selama beberapa bulan, tepatnya 13 April 2025 hingga 6 Desember 2025.Pihak pertama yang melaporkan APD ke polisi adalah pasangan yang berencana menikah pada Sabtu .Adapun informasi soal APD sempat dibebaskan polisi berasal dari media sosial.Pada awalnya, pelaku dikabarkan dibawa ke Polda Metro Jaya oleh salah satu keluarga korban.APD kemudian menjalani pemeriksaan selama empat jam, namun dibebaskan karena diklaim sudah melakukan negosiasi dengan korban.Baca juga: Setahun Lapor Polisi, Nenek Siin Korban Penipuan Rumah di Batam Belum Dapat KepastianKapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Alfian Nurrizal mengatakan, pihaknya sudah mengamankan beberapa pihak, salah satunya APD, terkait kasus penipuan WO.Hal tersebut dilakukan setelah rumah APD digeruduk para korban yang membuat situasi di lokasi kejadian mendadak panas.“Situasi sempat memanas karena massa menuntut pertanggungjawaban dari pihak wedding organizer,” ujar Alfian dikutip dari Kompas.com, Senin .


(prf/ega)