China Kepincut Investasi Tiga Proyek Infrastruktur di Indonesia

2026-01-12 05:08:58
China Kepincut Investasi Tiga Proyek Infrastruktur di Indonesia
JAKARTA, - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengumumkan kerja sama dengan China terkait tiga proyek government-to-government (G-to-G) yang telah dikurasi dan masuk pembahasan pembiayaan.Ketiga proyek yang dimaksud adalah Bendungan Serbaguna Riam Kiwa, Bendungan Serbaguna Pelosika, dan Pembangunan Jalan Perbatasan Kalimantan.Dody menegaskan, seluruh proyek telah melalui kajian komprehensif dan menunjukkan bagaimana Kementerian PU berada di garis depan perencanaan strategis nasional.“Ketiga proyek ini sudah berada dalam tahap siap pembiayaan. Kami tidak lagi berbicara rencana, tetapi implementasi. Ini proyek jangkar untuk ketahanan air, irigasi, dan konektivitas nasional,” ucap dia dalam rilis, Selasa .Dody menekankan, pembangunan infrastruktur tidak dapat hanya mengandalkan anggaran negara.Baca juga: Mengapa Investor Raksasa China Incar Subang?Dia menegaskan, perlunya memperluas partisipasi swasta melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).“Dalam pembangunan infrastruktur modern, sektor swasta harus menjadi bagian dari ekosistem," tutur dia.Politisi Demokrat itu menyebutkan, proyek Manggar Waste-to-Energy (WTE) di Balikpapan, Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) di Way Sekampung, Tapin, Leuwikeris, Cipanas, dan Karalloe), dan konsesi tol (di Bali, Jawa Tengah, dan Jawa Barat) adalah contoh bagaimana model pembiayaan berlapis bisa berjalan.Dody juga menyampaikan, Kementerian PU tidak hanya fokus pada proyek, tetapi pada pembentukan pola baru pembangunan lebih adaptif dan berkelanjutan menghadapi tantangan jangka panjang.Sebagai contohnya Proyek Integrated Coastal Development (ICD) di Pantai Utara (Pantura) Jawa sepanjang 900 kilometer.“ICD bukan sekadar proyek konstruksi; ini sistem perlindungan untuk lebih dari 40 juta warga. KemenPU kini bekerja lebih erat dengan Kemenko Infrastruktur, Bappenas, dan Kementerian Keuangan. Kejelasan proses adalah insentif terbaik bagi semua pihak,” katanya.Baca juga: China Akan Punya Jembatan Tertinggi di Dunia, Setara Dua Menara EiffelMenutup pemaparannya, Dody menegaskan, pembangunan infrastruktur tidak hanya diukur dari angka atau ukuran fisik, tetapi dari dampaknya terhadap masyarakat.“Infrastruktur tidak diukur dari panjang jalan atau daya listrik. Ukurannya adalah manfaat bagi masyarakat—keamanan, produktivitas, dan kesempatan ekonomi,” tandas dia.


(prf/ega)