AHY Pastikan Pemerintah Hadir Selesaikan Polemik Utang Kereta Cepat Whoosh

2026-01-12 06:41:54
AHY Pastikan Pemerintah Hadir Selesaikan Polemik Utang Kereta Cepat Whoosh
JAKARTA, - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memastikan pemerintah akan hadir untuk menangani Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) alias Whoosh yang kini dilanda utang.Ia menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto menyatakan hal itu saat rapat terbatas (ratas) bersamanya di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin ."Kami membahas bagaimana kereta cepat yang selama ini juga atau beberapa waktu terakhir ini menjadi hangat diperbincangkan. Kita pastikan, tadi Bapak Presiden menyampaikan bahwa terkait dengan kereta cepat Jakarta-Bandung, tentu negara, pemerintah akan hadir," kata AHY pascapertemuan, Senin.Baca juga: Dugaan Mark Up Whoosh, KAI Siap Suplai Data dan Beri KesaksianAHY menuturkan, pemerintah akan melibatkan semua pihak.Bahkan siang tadi, ia menggelar rapat koordinasi terbatas (rakortas) dengan CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani dan jajarannya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, hingga para pejabat di Kementerian Koordinator Perekonomian dan juga Kementerian Keuangan.Berdasarkan rapat tersebut, pemerintah sepakat untuk mencari solusi yang terbaik dan paling feasible."Semua ingin mengambil peran, mengambil bagian, mengambil bagian dari tanggung jawab untuk melakukan restrukturisasi keuangan kereta cepat Jakarta-Bandung," ucap AHY.Jika masalah itu selesai dicarikan jalan keluar, pemerintah berencana mengembangkan kereta cepat ke wilayah lain, dari Jakarta hingga Surabaya bahkan Banyuwangi.Baca juga: Eks Dirut KAI Ignasius Jonan Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas Polemik Kereta Cepat Whoosh?"Termasuk beberapa saat yang lalu Presiden menyampaikan, kenapa tidak Jakarta-Surabaya, bahkan sampai dengan Banyuwangi. Harapannya akan membuka atau memberikan jalan bagi pemerataan pembangunan. Ini berbicara keadilan, saya ulangi, berbicara keadilan dan pemerataan antarwilayah," tandas AHY.Oleh karenanya, ia optimistis masalah tersebut dapat segera selesai dengan berbagai kerja sama yang dilakukan semua pihak."Tentunya bersama-sama dengan pihak Tiongkok dan juga pada saatnya kita bisa mengembangkan lebih lanjut untuk kereta cepat, termasuk melakukan reaktivasi rel-rel kereta yang sudah tidak lagi aktif. Dan ini sangat mendasar sekali lagi untuk pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat kita," jelas AHY.Sebagai informasi, KCJB alias Whoosh kini menghadapi beban utang yang cukup berat.Baca juga: KPK Minta Pihak yang Dipanggil Terkait Kasus Whoosh Kooperatif KAI selaku induk usaha dan salah satu pemegang saham terbesar, bersama dengan tiga BUMN lainnya harus menanggung renteng kerugian dari Whoosh sesuai porsi sahamnya di PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PT PSBI).Dalam laporan keuangan per 30 Juni 2025 (unaudited) yang dipublikasikan di situs resminya, entitas anak KAI, PT PSBI, tercatat merugi hingga Rp 4,195 triliun sepanjang 2024.Artinya, dalam sehari saja bila menghitung dalam setahun ada 365 hari, konsorsium BUMN Indonesia harus menanggung rugi dari beban KCIC sebesar Rp 11,493 miliar per hari.Kerugian itu masih berlanjut tahun ini.Hingga semester I-2025 atau periode Januari–Juli, PSBI sudah membukukan kerugian sebesar Rp 1,625 triliun.


(prf/ega)