Eks Kepala dan Bendahara BPKAD Kota Sorong Jadi Tersangka Korupsi ATK

2026-01-11 04:10:35
Eks Kepala dan Bendahara BPKAD Kota Sorong Jadi Tersangka Korupsi ATK
SORONG, - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua Barat menetapkan tersangka terhadap mantan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Sorong, Hanok Talla, dalam kasus dugaan tindak pidana penyalahgunaan dana realisasi belanja barang dan jasa ATK dan cetakan pada BPKAD Kota Sorong tahun anggaran 2017.Selain mantan kepala, mantan bendahara barang BPKAD Kota Sorong, Bambang Purnomo, juga ditetapkan tersangka dalam kasus yang sama.Penetapan tersangka diumumkan secara resmi oleh Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Papua Barat Agustiawan Umar pada Kamis .Baca juga: KKP Hentikan Pemanfaatan Ruang Laut Tak Berizin di SorongAgustiawan menjelaskan, pada 2017, BPKAD Kota Sorong menyediakan anggaran yang bersumber dari APBD Induk Kota Sorong tahun anggaran 2017 yang tertata dalam DPA SKPD nomor DPA SKPD:41.01.05.01.10.5.2 sebesar Rp 1.359.501.100. Anggaran itu untuk kegiatan belanja barang dan ATK.Selain itu, anggaran penyediaan barang cetakan yang tertata dalam APBD Induk nomor DPA SKPD: 4.01.05.01.11.5.2 sebesar Rp 1.147.102.000.Baca juga: Helmin Somalay Bergeser Jabat Ketua PN Sorong, Mantan Wakil PN Mataram Jadi Ketua di Manokwari"Anggaran tersebut mendapatkan penambahan melalui DPPA tahun anggaran 2017 nomor DPPA SKPD: 4.04.05.01.01.5.2 sebesar Rp 4.187.436.800 untuk kegiatan belanja barang dan ATK serta penyediaan barang cetakan," jelasnya.Lebih lanjut, Agustiawan menjelaskan, berdasarkan hasil penyidikan ditemukan perbuatan melawan hukum yang mengakibatkan kerugian negara berdasarkan perhitungan ahli sebesar Rp 4.546.167.139.Ia menyebut, penetapan Hanok Talla sebagai tersangka berdasarkan surat penetapan nomor TAP-02/R.2.1/Fd.2/11/2025 tanggal 6 November 2025.Sementara untuk Bambang Purnomo ditetapkan tersangka berdasarkan penetapan nomor TAP-03/R.2.1/Fd.2/11/2025 tanggal 6 November 2025.Agustiawan mengaku bahwa tersangka Hanok Talla dan Bambang Purnomo dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) juncto Pasal 18 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.Ia juga mengaku bahwa setelah ditetapkan tersangka, Hanok Talla dan Bambang Purnomo ditahan selama 20 hari ke depan di Lapas Kelas IIB Sorong.


(prf/ega)