Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mencatat adanya pergeseran pola ancaman terorisme di Indonesia sepanjang 2025, dari serangan fisik ke penyebaran ideologi melalui ruang digital. Menurut Kepala BNPT Eddy Hartono, pihaknya menemukan 21.199 konten bermuatan intoleransi, radikalisme, dan terorisme (IRT) sepanjang 2025 yang didominasi konten propaganda, pendanaan, dan perekrutan. "Ini menjadi indikator kuat bahwa peperangan ideologi kini berlangsung masif di ruang digital,” kata Eddy saat Pernyataan Pers Akhir Tahun 2025 di Jakarta, Selasa .Eddy mengungkap, ekses radikalisasi digital yang telah menyasar kelompok anak dan remaja membuat Densus 88 Antiteror Polri menelisik lebih dalam terhadap 112 anak, yang diyakini terpapar radikalisasi melalui ruang digital di 26 provinsi.Advertisement“Anak-anak ini teridentifikasi berinteraksi dengan konten radikal, mengalami kerentanan psikologis, hingga terpapar fenomena lone actor anak tanpa pertemuan fisik,” jelas dia.Eddy menambahkan, catatan BNPT turut diperkuat oleh Kajian Tren Terorisme Indonesia 2023–2025 yang disusun I-KHub BNPT bersama mitra internasional, termasuk Hedayah. Hasilnya, meski serangan fisik terkendali, ancaman ideologis justru masuk ke ruang privat anak-anak.
(prf/ega)
BNPT: Ancaman Terorisme Bergeser ke Ruang Digital Sepanjang 2025
2026-01-12 05:30:29
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:18
| 2026-01-12 04:51
| 2026-01-12 04:36
| 2026-01-12 03:45
| 2026-01-12 02:57










































