Daftar Fenomena Astronomi di Desember 2025 dan Waktunya

2026-01-13 16:21:58
Daftar Fenomena Astronomi di Desember 2025 dan Waktunya
Bulan Desember tahun ini akan menyajikan serangkaian fenomena langit yang menarik. Sebagai penutup tahun, langit akan dihiasi berbagai peristiwa astronomi mulai dari hujan meteor yang intens, bulan purnama, hingga titik balik matahari.Berdasarkan informasi yang dilansir kalender astronomi In The Sky, berikut daftar fenomena astronomi di bulan Desember 2025 tahun ini beserta keterangan peristiwa dan prakiraan waktu kejadiannya.Fenomena ini mencapai puncaknya pada 2 Desember 2025, membuka agenda langit Desember. Disarankan diamati setelah tengah malam hingga menjelang fajar, meskipun intensitasnya tidak setinggi hujan meteor utama, ini menarik sebagai penanda dimulainya musim pengamatan meteor akhir tahun.Langit akan diterangi Bulan Purnama Supermoon pada 5 Desember 2025, yang dikenal sebagai Cold Moon karena terjadi di awal musim dingin. Terjadi saat Bulan oposisi Matahari, momen ini menjadikan Bulan terlihat paling terang dan bulat sempurna, kesempatan baik mengamati Bulan tanpa alat canggih.Hujan meteor kembali terjadi dengan puncaknya Fi-Cassiopeid pada 6 Desember 2025, dinamai berdasarkan rasi bintang Cassiopeia sebagai titik radiantnya. Pengamatan optimal dilakukan di malam hari dengan menjauhi polusi cahaya perkotaan, meskipun intensitasnya tergolong rendah.Rangkaian hujan meteor berlanjut dengan puncaknya Puppid-Velid pada 7 Desember 2025, yang merupakan gabungan dari dua rasi bintang di belahan langit selatan, Puppis dan Vela. Pengamat di Indonesia memiliki peluang baik untuk menyaksikan fenomena ini karena posisi geografisnya yang strategis di khatulistiwa.Puncak Hujan Meteor Monocerotid terjadi pada 9 Desember 2025, dinamai dari rasi bintang Monoceros. Hujan meteor ini dikenal karena sifatnya yang tak terduga, di mana ia dapat memunculkan ledakan singkat aktivitas yang intens, menjadikannya tantangan menarik bagi pengamat.Hujan Meteor Sigma-Hydrid mencapai puncak aktivitasnya pada 12 Desember 2025, dengan radiant yang berasal dari rasi bintang Hydra. σ-Hydrid menampilkan intensitas sedang dan dapat diamati dengan mencari area terbuka yang menghadap ke arah rasi bintang asalnya.Peristiwa paling dinanti adalah puncak Hujan Meteor Geminid pada 14 Desember 2025, yang diakui sebagai salah satu hujan meteor terbesar dan paling konsisten. Geminid unik karena berasal dari asteroid 3200 Phaethon, dan intensitas tingginya menjanjikan pertunjukan visual yang mengagumkan bagi pengamat.Dua hari setelah Geminid, Comae Berenicid mencapai puncaknya pada 16 Desember 2025, dengan titik asal di rasi bintang Coma Berenices. Hujan meteor ini memiliki intensitas rendah dan memerlukan kondisi langit sangat gelap serta kesabaran tinggi dari pengamat.Menjelang akhir tahun, Leonis Minorid mencapai puncak pada 20 Desember 2025, yang berasal dari rasi bintang Leo Minor. Hujan meteor ini memiliki intensitas rendah dan menjadi penanda bahwa Solstis semakin dekat, sehingga pengamat harus mencari lokasi yang benar-benar gelap.Fenomena penting berikutnya adalah Solstis atau Titik Balik Matahari pada 21 Desember 2025, saat Matahari mencapai posisi paling selatan di langit. Peristiwa ini menandai dimulainya musim dingin astronomi di belahan Bumi Utara dan musim panas di belahan Bumi Selatan, berdampak pada durasi siang dan malam.Rangkaian hujan meteor ditutup dengan Ursid yang berpuncak pada 22 Desember 2025, berasal dari rasi bintang Ursa Minor. Karena radiantnya dekat kutub utara, pengamatan terbaik biasanya dilakukan di belahan Bumi Utara, meskipun pengamat di wilayah Indonesia bagian utara mungkin masih dapat mengamati sebagian aktivitasnya.Simak juga Video: Alasan Supermoon 5 November Jadi yang Terbesar di 2025[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-13 15:10