Kemenkes Klaim 50,5 Juta Masyarakat Sudah Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis

2026-01-11 22:59:12
Kemenkes Klaim 50,5 Juta Masyarakat Sudah Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis
JAKARTA, - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat sebanyak 50,5 juta masyarakat telah mengikuti pemeriksaan atau cek kesehatan gratis (CKG).Data tersebut didapat dari 10 Februari hingga 4 November 2025, dengan sebanyak 34,3 juta peserta dari usia dewasa dan 16,2 juta dari CKG sekolah."Dari 53,6 juta pendaftar, sebanyak 50,5 juta orang telah mengikuti pemeriksaan kesehatan," ungkap Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, dalam siaran pers, Rabu .Berdasarkan data akhir Oktober 2025, pada kelompok usia dewasa, hampir seluruh peserta masuk dalam kategori kurang aktivitas fisik (96 persen), karies gigi (41,9 persen), obesitas sentral (32,9 persen), serta overweight dan obesitas (24,4 persen).Baca juga: Menkes Optimistis Target 70 Juta Orang Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis Tercapai"Temuan ini mengonfirmasi bahwa penyakit tidak menular masih menjadi ancaman utama bagi kelompok produktif," ujar Budi.Budi menyebut, tingginya partisipasi masyarakat untuk ikut CKG menunjukkan meningkatnya kesadaran publik sekaligus membuka ruang besar untuk memperkuat program promotif dan preventif."Data CKG juga memberi peringatan serius bahwa aktivitas fisik dan pola hidup sehat harus semakin menjadi prioritas bersama," ujar Budi.Menkes menegaskan bahwa CKG bukan sekadar pemeriksaan massal, tetapi untuk deteksi dini dan tatalaksana dini terhadap penyakit.Semakin dini penyakit ditangani dan diobati, maka peluang sembuh menjadi lebih tinggi dan terhindar dari penyakit katastropik bahkan kematian.Baca juga: Imbauan Menkes Soal Mikroplastik di Hujan Jakarta: Pakai Masker dan Jangan Keluar Saat Hujan"Program ini bukan hanya soal jumlah peserta, tapi bagaimana hasilnya kita gunakan untuk memperkuat kebijakan, layanan kesehatan, dan intervensi di masyarakat," tutur dia.Budi menambahkan, hasil CKG akan digunakan untuk memperkuat kebijakan kesehatan dan menjaga gaya hidup sehat di masa mendatang."Kita ingin masyarakat bukan hanya sembuh dari penyakit, tapi mampu menjaga kesehatannya secara berkelanjutan," ujar dia.Sementara itu, pada CKG bayi baru lahir, ditemukan risiko kelainan saluran empedu (18,6 persen), berat badan lahir rendah (6,1 persen), dan penyakit jantung bawaan kritis (5,5 persen).Baca juga: Ambisi Pramono Bangun RS Internasional dan Restu Menkes...Pada balita dan anak prasekolah, masalah gigi tidak sehat (31,5 persen), stunting (5,3 persen), dan wasting (3,8 persen) masih mendominasi.Sementara di kalangan remaja dan pelajar, angka paling tinggi ditemukan pada aktivitas fisik yang masih kurang (60,1 persen), karies gigi (50,3 persen), dan anemia (27,2 persen).Pada kelompok lansia pun tak luput dari perhatian, dengan sebanyak 96,7 persen tercatat kurang aktivitas fisik dan 37,7 persen mengalami hipertensi.


(prf/ega)