GoTo Tanggapi Rumor Buy Out Telkom

2026-01-15 17:23:12
GoTo Tanggapi Rumor Buy Out Telkom
- Kabar merger antara PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) dan Grab Indonesia semakin menguat sejak beberapa hari terakhir. Bahkan, rencana merger GoTo Grab ini jadi perhatian serius pemerintah.Seiring dengan semakin santernya rencana merger GoTo Grab, beredar pula rumor PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau TLKM untuk melepas investasinya di perusahaan tersebut.Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan GoTo RA Koesoemohadiani menjelaskan saat ini perseroan belum bisa menanggapi rumor keluarnya TLKM, melalui Telkomsel, dari struktur pemegang saham GoTo."Perseroan tidak dalam keadaan untuk menanggapi informasi atau pemberitaan yang bersifat spekulatif," ungkap Koesoemohadiani dikutip dalam Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Rabu .Lanjut dia, manajemen GoTo akan mengumumkan informasi lebih lanjut terkait aksi-aksi korporasi yang sudah bersifat final.Baca juga: GoTo Buka Suara Tanggapi Kabar CEO-nya Didesak Mundur oleh Investor"Perseroan akan menyampaikan informasi material yang sesuai dengan kebenarannya, tepat waktu, dan sebagaimana disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal," kata Koesoemohadiani.Koesoemohadiani juga menanggapi kabar kalau sejumlah investor besar GoTo, berupaya mengganti Patrick Walujo dari posisi direktur utama. Langkah pergantian CEO tersebut dinilai dapat mempercepat rencana merger GoTo dan Grab.Rumor tersebut menguat seiring dengan meningkatnya spekulasi investor bahwa GoTo dan Grab akan segera melanjutkan negosiasi. Patrick sendiri didapuk sebagai CEO GoTo pada 2023, dikabarkan keberatan dengan rencana akuisisi GoTo oleh Grab.Koesoemohadiani menyebut bahwa rencana pelaksanaan rencana pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tidak terkait dengan rencana tindakan korporasi apapun."Penyelenggaraan RUPSLB merupakan bagian dari tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dan tidak perlu menimbulkan kekhawatiran," kata Koesoemohadiani.Menurut dia, agenda RUPSLB akan disampaikan oleh perseroan pada tanggal 25 November 2025 setelah dilakukan proses penelaahan secara menyeluruh oleh jajaran direksi, dewan komisaris, serta komite-komite terkait perseroan."Direktur utama, direksi, dan manajemen terus berkomitmen penuh untuk bertindak secara profesional serta mengutamakan kepentingan Perseroan dan seluruh pemangku kepentingan," jelas Koesoemohadiani.Baca juga: Merger GOTO dan Grab, Urun Tangan Pemerintah dan Potensi Monopoli


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-15 15:35