Ahli Heran DPR Lamban Klarifikasi soal Video Joget, padahal Bukan karena Gaji Naik

2026-01-17 03:02:00
Ahli Heran DPR Lamban Klarifikasi soal Video Joget, padahal Bukan karena Gaji Naik
JAKARTA, - Ahli media sosial (medsos) Ismail Fahmi keheranan dengan DPR yang lamban memberikan klarifikasi ketika para anggota DPR dinarasikan berjoget karena kenaikan gaji dan tunjangan.Padahal, mereka berjoget dalam Sidang Tahunan MPR 2025 karena sedang menikmati lagu daerah.Adapun fenomena anggota DPR joget-joget ini menjadi salah satu penyebab demo rusuh pada Agustus 2025 lalu."Pada saat kayak ada joget-joget kayak tadi, kita lihat, saya juga heran ini. Kenapa kalau seandainya (narasinya) salah, tidak ada klarifikasi cepat. Klarifikasi itu datangnya lama sekali. Baru dibilang bahwa, 'ini bukan karena kenaikan (gaji), tapi ada lagi. Joget-joget itu lagu daerah,'" ujar Ismail Fahmi saat diperiksa di MKD DPR, Senayan, Jakarta, Senin .Baca juga: Sahroni Dilaporkan ke MKD DPR, Gara-gara Ucapannya Pakai Diksi Tak Pantas"Ada penjelasan, tapi enggak maksimal. Masih kalah dengan narasi yang dibuat bahwa jogetnya itu karena gaji naik. Itu yang selama berhari-hari yang nempel di masyarakat. Itu yang terjadi," sambungnya.Ismail menyampaikan, berdasarkan analisanya sejak 10 Agustus 2025, sebenarnya sudah ada narasi untuk demo di medsos.Namun, kala itu, demo yang dimaksud adalah demo buruh pada 25 Agustus 2025.Selanjutnya, kata Ismail, semakin lama, narasi yang beredar adalah untuk menyerang wakil rakyat."Mulai diarahkan serangannya ke wakil rakyat, kemudian seperti yang kita lihat tadi. Tapi belum sampai seperti itu. Kemudian naik pesat sekali, saya menggunakan kata kunci, terkait dengan Agustus demo, unjuk rasa Agustus itu, pesat tanggal 19, naik pesat sekali. Tanggal 20 pesat banget," jelas Ismail.Baca juga: Adies Kadir Dilaporkan ke MKD, Buntut Pernyataan Viral soal Tunjangan Anggota DPRIsmail menyebut, pada 25 Agustus, narasi yang beredar semakin berkembang.Ketika ada narasi yang tidak benar, kata dia, seharusnya DPR langsung memberi klarifikasi."Tapi saat itu enggak segera klarifikasi. Jadi publik pun, seperti saya bilang tadi, ketika ada sesuatu yang dibelokkan, dianggap sebuah kebenaran. Dan akan viral terus menerus, selama tidak ada klarifikasi segera, itu juga akan dipercaya sebagai kebenaran," paparnya.Untuk itu, Ismail bertanya kepada DPR, sebenarnya siapa yang harus melakukan klarifikasi ketika ada isu tidak benar.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Meski membawa teknologi kamera baru, rumor menyebut jumlah kamera belakang Xiaomi 17 Ultra justru dipangkas menjadi tiga, dari sebelumnya empat kamera pada Xiaomi 15 Ultra.Selain sensor 200 MP, ponsel ini diperkirakan mengusung kamera utama 50 MP serta kamera ultrawide 50 MP.Xiaomi juga dirumorkan bakal menjadi produsen pertama yang menghadirkan Leica APO zoom camera di ponsel. Teknologi ini diklaim mampu menghasilkan warna lebih akurat, detail lebih tinggi, serta performa makro yang lebih baik, termasuk dalam kondisi cahaya rendah.Di luar sektor kamera, Xiaomi 17 Ultra diperkirakan akan ditenagai chipset tercanggih Qualcomm saat ini, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chipset tersebut bakal dipadukan dengan layar OLED berukuran 6,85 inci yang mendukung resolusi tinggi dan refresh rate tinggi.Baca juga: HP Xiaomi Redmi Note 15 Series Meluncur Global, Ini SpesifikasinyaDari sisi daya, ponsel ini dirumorkan mengusung baterai berkapasitas 7.000 mAh, meningkat dari 6.000 mAh pada generasi sebelumnya, dengan dukungan pengisian cepat hingga 100 watt.Soal desain, Xiaomi 17 Ultra disebut tidak banyak berubah dari pendahulunya. Ponsel ini dikabarkan tetap mengusung layar datar tanpa tepi melengkung, serta dilengkapi pemindai sidik jari ultrasonik di bawah layar untuk menunjang keamanan.Setelah debut di China pada pekan depan, Xiaomi 17 Ultra diyakini akan meluncur ke pasar global pada kuartal pertama atau sekitar bulan Januari-Maret 2026, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Android Headlines.

| 2026-01-17 01:51