JAKARTA, – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah akan menanggung pembayaran utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh.Nilai cicilan utang proyek tersebut mencapai sekitar Rp 1,2 triliun per tahun.Prabowo mengatakan, polemik terkait utang proyek Whoosh tidak perlu dibesar-besarkan. Ia menilai proyek strategis nasional ini tidak seharusnya hanya dilihat dari sisi untung dan rugi semata.“Enggak usah khawatir apa itu ribut-ribut Whoosh, saya sudah pelajari masalahnya. Tidak ada masalah, saya tanggung jawab nanti Whoosh itu semuanya,” ujar Prabowo dalam siaran langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu .Baca juga: Rencana Whoosh Tembus hingga Banyuwangi, Khofifah: Jatim Sangat SiapPrabowo menambahkan, Indonesia memiliki kemampuan finansial untuk membayar cicilan utang tersebut. Karena itu, beban pembayaran tidak akan dibebankan kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI) selaku salah satu pemegang saham proyek.“Indonesia bukan negara sembarangan. Kita hitung, enggak ada masalah itu ya. Jadi PT KAI enggak usah khawatir, semuanya enggak usah khawatir. Rakyat, kita layani rakyat kita,” katanya.Meski begitu, Prabowo belum menjelaskan lebih lanjut mekanisme pembayaran utang dan bunganya, termasuk apakah pembayarannya akan melalui dividen Danantara atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).Presiden menegaskan, sumber dana negara berasal dari rakyat, terutama lewat pajak dan kekayaan alam, sehingga penggunaannya harus efisien dan bebas dari kebocoran.Baca juga: Mengapa Rakyat Harus Menanggung Utang Whoosh?“Dari mana uang itu? Uang itu dari uang rakyat, uang itu dari pajak, uang itu dari kekayaan negara. Makanya kita harus mencegah semua kebocoran. Kita sungguh-sungguh harus hentikan penyelewengan dan korupsi,” ucapnya.“Uang rakyat enggak boleh dicuri karena akan kita kembalikan kepada pelayanan untuk rakyat,” tambah Prabowo.Prabowo mengungkapkan telah mempelajari seluruh permasalahan yang dihadapi PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), perusahaan pengelola proyek tersebut. Ia meminta semua pihak untuk tidak mempolitisasi persoalan utang Whoosh.“Jangan dipolitisasi, jangan kita menari di gendangnya orang. Mungkin ada pihak-pihak dari enggak tahu dari mana yang ingin menimbulkan kecemasan rakyat. Enggak, tenang-tenang saja ya. Bangsa kita kuat, bangsa kita kaya,” tegasnya.Prabowo juga menyinggung peran KAI sebagai penyedia transportasi publik. Menurutnya, dana APBN akan dimanfaatkan maksimal untuk memperkuat sektor perkeretaapian nasional.“PT Kereta Api Indonesia teruskan pengabdianmu kepada rakyat Indonesia. Kereta api kebanggaan kita,” ujarnya.Baca juga: Prabowo Tegaskan Pemerintah Akan Tanggung Utang Kereta Cepat WhooshMengacu pada data Kompas.com, total investasi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) mencapai 7,27 miliar dollar AS, setara Rp 120,38 triliun dengan asumsi kurs Rp 16.500 per dollar AS.Sekitar 75 persen dari total investasi dibiayai melalui pinjaman dari China Development Bank (CDB) dengan bunga tetap 2 persen per tahun dan tenor 40 tahun.
(prf/ega)
Prabowo Minta Publik Tak Khawatir soal Utang Whoosh: Saya Tanggung Jawab
2026-01-12 07:33:27
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:18
| 2026-01-12 05:57
| 2026-01-12 05:31
| 2026-01-12 05:09










































