Ribuan Ikan di Sayung Demak Mati, DKP Jateng: Akibat Buangan Lumpur Proyek Tol Semarang

2026-01-11 14:57:53
Ribuan Ikan di Sayung Demak Mati, DKP Jateng: Akibat Buangan Lumpur Proyek Tol Semarang
SEMARANG, – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Tengah mengungkapkan bahwa penyebab matinya ribuan ikan di wilayah pesisir Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, diduga akibat pembuangan lumpur sisa pembuatan jalan Tol Semarang-Demak.Kepala DKP Jateng, Endi Faiz Effendi, menjelaskan, keberadaan lumpur tersebut membuat tingkat kekeruhan air (turbidity) sangat parah, mencapai lebih dari 143 NTU.Selain itu, suhu air di lokasi juga mencapai 32,4 derajat Celsius, kondisi yang cukup tinggi dan memicu stres pada ikan.“Ikan banyak yang mati dipastikan karena banyaknya lumpur sisa pembuatan jalan tol dibuang di lokasi tersebut,” ujar Endi melalui pesan singkat, Senin .Baca juga: Ribuan Ikan di Perairan Sayung Demak Mati, Diduga Dampak Pembangunan TolTemuan tersebut merupakan hasil uji laboratorium DKP Demak dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Demak setelah mengambil sampel air di Dukuh Tonosari, Desa Bedono.“Berdasarkan hasil uji ini, kekeruhan air melebihi baku mutu untuk biota laut. Dari pengecekan di lapangan, turbidity sangat tinggi, berarti zat terlarut juga tinggi. Ini terjadi karena lokasi tersebut memang dijadikan tempat pembuangan lumpur pembangunan jalan tol yang sudah disepakati warga sekitar,” jelasnya.Selain kekeruhan, nilai pH air mencapai 8,3 dan suhu yang tinggi turut memperparah stres pada ikan.“pH-nya juga sudah mendekati ambang batas atas untuk biota laut, yaitu 8,5,” lanjut Endi.Hasil laboratorium tidak menunjukkan indikasi kuat adanya pencemaran kimia akut. Namun, penurunan kualitas air dan rendahnya kadar oksigen terlarut disebut menjadi faktor utama pemicu stres dan kematian massal ikan.Endi juga mengakui bahwa lokasi kematian ikan berada di dekat proyek Tol Semarang–Demak, yang terdiri dari seksi 1 dan 2 sepanjang 26,95 kilometer.Jika proyek selesai dan tol beroperasi, titik tersebut memang direncanakan menjadi daratan karena tidak lagi terhubung langsung dengan laut.Baca juga: Menengok Tol Semarang-Demak yang Jadi Prioritas Pemerintah Tahun 2026Dok. Kementerian PU Dody Hanggodo memastikan upaya pengendalian banjir rob Kaligawe-Terboyo-Sayung telah dilakukan secara paralel dengan penyelesaian konstruksi Tol Semarang-Demak Seksi 1 Kaligawe-Sayyung, kolam retensi, termasuk rumah pompa, sodetan Sayung.“Lokasi kejadian ikan mati, yang berada persis di sebelah kolam retensi tol, nantinya memang akan dijadikan lokasi pembuangan lumpur dan menjadi daratan jika Tol Semarang–Demak sudah jadi,” ujarnya.Meski demikian, nelayan diketahui masih menjaring ikan di kawasan perairan yang kini bersifat tertutup tersebut.“Perairannya sebenarnya sudah tertutup, tapi nelayan masih mencari ikan di lokasi itu. Bahkan perahu mereka bersandar di sana,” kata Endi.Ia menambahkan, fenomena serupa bukan pertama kali terjadi.Sekitar tiga bulan lalu, banyak ikan juga mati di sekitar Sayung akibat kondisi air yang tidak ideal.“Saat ini memang tidak ideal untuk lokasi budidaya,” tegasnya.Endi enggan menyebutkan total lahan yang terdampak proyek strategis nasional tersebut karena berada dalam kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum.


(prf/ega)