Begal Pembacok Polisi di Lumajang Ditembak Mati Polda Jatim

2026-01-12 05:06:18
Begal Pembacok Polisi di Lumajang Ditembak Mati Polda Jatim
SURABAYA, - Seorang begal yang membacok anggota polisi di Lumajang berakhir ditembak mati oleh jajaran Jatanras Direktorat Reskrimum Polda Jatim.Begal itu berinisial ASF (30), warga Wonoayu, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang. Sebelum ditembak mati, ia sempat membacok anggota Polres Lumajang, Aiptu Susanto.Setelah membacok polisi, begal tersebut melarikan diri dan berpindah-pindah tempat, yakni di Lumajang dan Pasuruan."Jadi setelah kejadian (pembacokan), dia masih berputar-putar di wilayah Lumajang. Malam Jumat sempat kita gerebek rumah milik saudaranya. Tapi melarikan diri," kata Kasubdit III Jatanras Direktorat Reskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur, Senin .Baca juga: Polda Jatim Periksa Terduga Pelaku Pencabulan Santriwati di Bangkalan, Keluarga KooperatifTim Jatanras Polda Jatim menyebar ke berbagai titik untuk sweeping. Polisi sempat kesulitan mengejar ASF karena selalu berpindah tempat."Tersangka ini sangat licin. Dia selalu berpindah-pindah tempat persembunyian," sambungnya.Baca juga: Maling Sapi Tewas Ditembak Aparat di BangkalanPada Sabtu malam , polisi mendapat informasi bahwa pelaku berada di rumah temannya di Pasuruan. Polisi segera mendatangi tempat itu."Pelaku mengarah ke rumah kerabatnya di wilayah Pasuruan. Tadi malam pukul 23.00, kita berhasil melakukan penangkapan di sekitar Apollo," jelasnya.Saat upaya penangkapan, pelaku sedang bersama temannya dan sempat kabur saat ditangkap. Pelaku juga menyerang dengan senjata tajam."Satu pelaku masih kabur. Sementara si A ini menyerang kami dengan senjata tajam," sambungnya.Jumhur menambahkan, sebelum ditembak mati, polisi memberikan peringatan dengan menembak ke udara tetapi tidak digubris oleh pelaku. Oleh sebab itu polisi memberikan tindakan tegas dan terukur dengan tembak mati."Namun tidak digubris oleh tersangka. Karena membahayakan, kami lakukan tindakan tegas dan terukur dengan melumpuhkan pelaku. Dia tewas saat perjananan ke rumah sakit," tegasnya.Sejumlah barang bukti yang diamankan yakni senjata tajam celurit yang digunakan untuk membacok Aiptu Susanto dan helm saat beraksi.


(prf/ega)