Perang Berlanjut, Thailand Kembali Serang Markas Scam-Judi Kamboja

2026-01-12 05:01:58
Perang Berlanjut, Thailand Kembali Serang Markas Scam-Judi Kamboja
PHNOM PENH, - Bentrok bersenjata di perbatasan Thailand–Kamboja kembali memanas, dengan militer Thailand melancarkan serangan ke sejumlah kompleks kasino dan hotel di wilayah Kamboja.Bangkok menyatakan, lokasi-lokasi tersebut sebelumnya digunakan sebagai pusat penipuan siber lintas negara.Dalam sepekan terakhir, menurut laporan Wall Street Journal pada Minggu , militer Thailand menghantam beberapa kompleks kasino dan hotel di sisi Kamboja.Baca juga: Kamboja Ejek SEA Games di Thailand, Nilai Kualitasnya Tak Selevel Ajang 2023Menurut pernyataan resmi militer Thailand, sasaran-sasaran itu sebelumnya dikenal sebagai lokasi operasi penipuan lintas negara, namun belakangan telah ditinggalkan dan diambil alih militer Kamboja untuk dijadikan basis drone, artileri, dan persenjataan lain.Berdasarkan gambar dan keterangan yang dibagikan militer Thailand, serangan dilakukan menggunakan jet tempur F-16, artileri, dan drone.Sedikitnya enam kompleks kasino dan hotel dilaporkan menjadi target serangan udara dan darat tersebut.AFP/MOHD RASFAN Perdana Menteri Malaysia (tengah) berjabat tangan dengan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet (kiri) dan Perdana Menteri interim Thailand Phumtham Wechayachai (kanan) ketika merundingkan gencatan senjata Thailand-Kamboja di Putrajaya, Malaysia, Senin . Kedua pihak yang bertempur itu pun sepakat gencatan senjata tanpa syarat.Serangan Thailand merupakan bagian dari bentrokan perbatasan yang pada Minggu lalu telah memasuki hari ketujuh.Bentrokan ini tetap berlanjut meski Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat sebelumnya menyatakan bahwa Thailand dan Kamboja telah sepakat kembali ke gencatan senjata, yang sempat menghentikan pertempuran pada putaran konflik bulan Juli.Menurut pejabat Thailand dan Kamboja, sedikitnya 17 warga sipil tewas dalam bentrokan terbaru ini, terdiri dari 11 orang di Kamboja dan enam di Thailand.Lebih dari 500.000 warga dilaporkan terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk menyelamatkan diri dari kekerasan yang terus berlanjut.Pemerintah Kamboja membantah klaim Thailand terkait penggunaan militer atas bangunan yang diserang.Kementerian Informasi Kamboja menyatakan bahwa gedung-gedung tersebut merupakan hotel dan kasino yang tidak digunakan untuk kepentingan militer.“Bangunan-bangunan itu adalah infrastruktur sipil dan sama sekali tidak memiliki kaitan apa pun dengan pusat penipuan,” demikian pernyataan kementerian tersebut pada Sabtu.Kementerian juga melaporkan bahwa tiga orang tewas dan tiga lainnya luka-luka di kota perbatasan O’Smach, lokasi dua kompleks kasino dan hotel yang menjadi sasaran serangan Thailand.


(prf/ega)