Pembunuh Guru PPPK di OKU Ditangkap, Ternyata Mantan Penjaga Kos Korban

2026-01-12 04:00:54
Pembunuh Guru PPPK di OKU Ditangkap, Ternyata Mantan Penjaga Kos Korban
OKU, - Polisi menangkap Riko Irawan, pembunuh Sayidatul Fitriyah (27), guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.Riko diketahui merupakan mantan penjaga kos korban dan kini berprofesi sebagai penyadap karet yang tinggal tak jauh dari indekos korban di Desa Suka Pindah, Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya, Kabupaten OKU.Baca juga: Guru PPPK OKU Tewas Terikat, Keluarga Tolak Otopsi meski Korban Diduga DibunuhKapolres OKU AKBP Endro Ariwibowo mengatakan, RIko ditangkap pada pukul 01.30WIB, Jumat , setelah sebelumnya bersembunyi di rumah mertuanya yang berada di Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel.Baca juga: Misteri Guru PPPK di OKU Ditemukan Tewas Dalam Kamar Kos, Tangan dan Kaki TerikatDari pelaku, polisi menyita barang bukti ponsel milik korban yang sebelumnya sempat ia sembunyikan di rumah kosong tak jauh dari lokasi kejadian.“Kami sebelumnya sempat menggeledah rumah mertua pelaku yang berjarak sekitar 400 meter dari tempat lokasi kejadian. Namun, pelaku pada saat itu sudah melarikan diri dan bersembunyi di rumah orangtuanya di Ogan Ilir sehingga langsung dilakukan pengejaran dan penangkapan,” kata Endro saat menggelar pers rilis di Mapolres OKU.Endro menjelaskan, dugaan sementara, pembunuhan itu dilakukan karena pelaku kaget dipergoki korban saat masuk secara sembunyi-sembunyi ke kamar korban.“Karena teriakan tersebut, pelaku menjadi panik dan menyekap korban dengan mengikat kakinya menggunakan kain dan membekap korban menggunakan jilbab. Pelaku sebelumnya sudah lima tahun bekerja sebagai penjaga tempat kos tersebut,”ujarnya.Sebelum masuk ke kamar korban, Riko sebelumnya sempat ribut dengan istrinya pada Selasa .Ia kemudian keluar dari rumah mertuanya untuk menenangkan diri.Riko kemudian memutuskan untuk masuk ke salah satu kamar indekos yang berada persis tempat korban tinggal.Namun, pada pagi harinya penjaga kos memeriksa kamar. Lantaran takut ketahuan, ia memanjat plafon dan masuk ke kamar korban untuk bersembunyi.“Dia masuk pada pagi hari ke kamar korban untuk menghindari pemeriksaan penjaga kos. Ketika siang, korban pulang dari mengajar dan mendapati pelaku berada dalam kamarnya, sehingga berteriak maling dan tolong. Teriakan itu membuat pelaku ketakutan sehingga menyekap korban dengan mengikat tangan kaki serta membekap mulutnya menggunakan jilbab,,”jelasnya.Diberitakan sebelumnya, Sayidatul Fitriyah (27) ditemukan tewas dalam kamar kosnya dengan tangan dan kaki terikat.Ditemukan sejumlah luka memar di tubuh guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 46 OKU di Dusun Air Itam itu.


(prf/ega)