Ironi Jalanan Kampung di Jakarta Pusat, Tak Pernah Diaspal Puluhan Tahun

2026-01-12 04:56:47
Ironi Jalanan Kampung di Jakarta Pusat, Tak Pernah Diaspal Puluhan Tahun
JAKARTA, — Warga Kampung Karet Pasar Baru 1, Karet tak mengenal aspal di rumahnya meski berada dikelilingi pusat bisnis di kawasan Karet, Jakarta Pusat.Perkampungan yang terletak di samping Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak itu hanya dihiasi jalanan berupa tanah berbatu yang berdebu saat musim kemarau dan becek saat hujan tiba.Baca juga: Warga Soroti Kualitas Tambalan Aspal Jalan Juanda Depok karena Cepat RusakAwalnya, jalanan itu merupakan lahan bekas pemakaman yang sempat dipugar pada 1993.Namun, hingga saat ini, belum pernah ada perbaikan maupun pengaspalan jalan."Memang jalannya tanah begini. Kalau hujan becek, kalau musim kemarau debunya banyak," ucap Khalifa (55) salah satu pedagang yang telah 35 tahun menghuni tempat itu.Senada, Sobari (55) warga lainnya juga mengonfirmasi bahwa kondisi jalanan itu sudah berlangsung selama puluhan tahun.Bahkan, menurutnya saat kemarau tiba, debu jalanan sering masuk ke dalam rumah. Sementara, jalanan berubah menjadi lumpur saat musim hujan."Lalu kalau musim hujan becek. Sudah puluhan tahun, kami warga sudah terbiasa," kata Sobari.Baca juga: Jalan Flyover di Penjaringan Rusak Parah, Aspal Retak hingga BerlubangKondisi itu pun membuat warga yang tinggal persis di tepi Jalan Karet Pasar Baru Barat itu rentan mengalami gangguan pernapasan.Sobari menyebut, tak jarang warga mengalami batuk berkepanjangan akibat debu di kawasan tersebut."Ya kalau batuk-batuk sering. Tapi karena sudah terbiasa, mungkin warga sudah tidak terlalu memikirkannya," ucap Sobari.Baca juga: Cerita Usmanto, 5 Tahun Sapu Paku di Aspal Jakarta yang Dilalui PejabatKompas.com/Dian Erika Kondisi Jalan Karet Pasar Baru Barat, Karet, Jakarta Pusat, yang masih berupa tanah pada Jumat .Sobari menyebut, warga maupun pengurus RT setempat sudah sering mengajukan perbaikan jalan ke pemerintah."Dari pihak RT, RW, dan kecamatan sudah sering mengajukan perbaikan ke pemerintah kota," ucapnya.Warga pun baru mendapat kabar baik pada pertengahan November lalu, setelah Wali Kota Jakarta Pusat Arifin mengunjungi lokasi tersebut."Hanya saja baru tahun ini berhasil mendapat perhatian. Mungkin karena pengaruh anggaran juga ya. Kemarin sudah dikunjungi Pak Wali, pas pertengahan November lalu," kata Sobari.


(prf/ega)