Apa Dampak Redenominasi Rupiah ke Pasar Saham?

2026-01-16 15:13:54
Apa Dampak Redenominasi Rupiah ke Pasar Saham?
DENPASAR, - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buka suara terkait dengan potensi dampak dari redenominasi rupiah pada pasar modal.Deputi Komisioner Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Eddy Manindo Harahap, mengatakan bahwa dampak redenominasi rupiah tersebut diproyeksikan hanya sebatas pada teknis pencatatan yang akan menjadi lebih sederhana.Menurut dia, redenominasi juga tidak akan berpengaruh terhadap nilai ekonomi maupun transaksi di pasar modal. "Salah satu tujuan redenominasi itu mengurangi angka nol di belakang sehingga lebih sederhana dalam melakukan pencatatan," kata Eddy dalam acara Capital Market Journalist Workshop, Sabtu .Baca juga: Purbaya Tegaskan Redenominasi Bukan Wewenang Kemenkeu: Nanti BI yang MenyelenggarakannyaIa menambahkan, perlu pelurusan persepsi yang agak keliru perihal redenominasi tersebut.Menurut dia, redenominasi tidak sama dengan sanering atau pemotongan nilai mata uang. "Ini hanya penulisan nol di belakang yang dihilangkan karena sudah kebanyakan. Sesimpel itu dan harusnya tidak akan terlalu berpengaruh ke hal-hal yang lain," imbuh dia.Eddy menjelaskan, pengurangan nol saat redenominasi rupiah juga akan diterapkan langsung pada pencatatan saham, nilai transaksi, dan hal lainnya dalam kaitannya dengan informasi bursa saham. "Otomatis semua nilai uang itu akan disesuaikan, tapi tidak akan berpengaruh terhadap hal lain,” terang Eddy.Dalam kesempatan yang sama, Bursa Efek Indonesia (BEI) menerangkan adanya sejumlah pekerjaan teknis yang perlu dikerjakan jika nantinya redenominasi rupiah benar-benar dilakukan pemerintah.Beberapa hal di antaranya yang perlu disesuaikan adalah mekanisme perdagangan saham, termasuk fraksi harga dan juga ketentuan lot saham.Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menuturkan bahwa penyederhanaan digit rupiah dapat berdampak langsung terhadap tata cara penulisan harga saham di pasar.Pasalnya, ketika nominal berubah, maka sejumlah saham berpotensi memiliki harga yang sangat kecil.Dengan demikian, BEI perlu menyesuaikan aturan transaksi, termasuk terkait penulisan saham yang di bawah 100 per saham. "Sekarang harga saham satu lot ada Rp 100. Itu yang PR bagi kita. Lot-nya kan Rp 100, kita sedang dalam rangka penurunan lot. Jadi kalau harga sahamnya Rp 200, apakah boleh nol koma atau sen?” ungkap Iman.Sebagai informasi, wacana redenominasi rupiah mengemuka ke publik setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meneken Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis Kementerian Keuangan Tahun 2025-2029 pada Jumat .Rencana ini akan dituangkan dalam Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Harga Rupiah (RUU Redenominasi) yang ditargetkan rampung pada 2027.Baca juga: Redenominasi Rupiah, Ekonom Ini Sebut Kekhawatiran Pembulatan Harga Mulai Hilang


(prf/ega)

Berita Lainnya

Berita Terpopuler

#2

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-16 15:17