Musofa, Badak Jawa di TN Ujung Kulon Mati karena Penyakit Kronis

2026-01-12 06:20:32
Musofa, Badak Jawa di TN Ujung Kulon Mati karena Penyakit Kronis
LEBAK, – Seekor Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) bernama Musofa dinyatakan mati saat menjalani perawatan intensif  di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Pandeglang, Banten, Kamis .Musofa mati akibat penyakit kronis bawaan setelah upaya translokasi ke area Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA) di TNUK. Kepala Balai TNUK, Ardi Andono, mengatakan Musofa merupakan Badak Jawa pertama yang yang berhasil ditranslokasi.Baca juga: Badak Jawa Musofa Mati karena Penyakit Kronis Usai Keberhasilan Translokasi dengan Amfibi TNI ALUpaya translokasi ini merupaka bagian dari strategi konservasi jangka panjang untuk memperkuat keberlanjutan populasi dan keanekaragaman genetik.“Seluruh prosedur dilaksanakan sesuai standar konservasi internasional, dengan simulasi, penilaian etik, serta kesiapan logistik dan pengamanan kata Ardi melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis .Musofa dipindahkan tanpa luka atau cedera.Baca juga: Cerita Rasidin, Punahnya Badak di Bengkulu serta Ancaman Musnahnya GajahNamun penyakit kronis yang lama diderita menjadi tantangan medis yang tidak dapat diatasi.Ardi menjelaskan, Musofa berhasil masuk pit trap pada 3 November 2025 setelah mempertimbangkan kondisi cuaca ekstrem dan aspek keselamatan satwa.Proses pemindahan dilakukan secara hati-hati. Baca juga: Cicilan Rumah Subsidi di Banten: Harga, Simulasi KPR, dan Syarat Beli"Musofa tiba di JRSCA pada 5 November 2025 dalam kondisi stabil dan menunjukkan respons adaptasi yang baik," kata Ardi.Sejak hari pertama, lanjut Ardi, tim dokter hewan sudah melakukan observasi intensif terhadap Musofa.Namun, pada 7 November 2025, kondisi klinisnya menurun drastis.Penanganan darurat diterapkan sesuai prosedur penyelamatan satwa liar."Tetapi pada sore hari Musofa dinyatakan tidak dapat diselamatkan," ujar Ardi.Ardi melanjutkan, tim patologi dari Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University melakukan Nekropsi terhadap Musofa. Hasil pemeriksaan, ditemukan penyakit kronis yang telah lama berlangsung pada lambung, usus, dan otak, serta infeksi parasit dalam jumlah signifikan.Luka lama akibat perkelahian di alam juga terdeteksi, namun bukan penyebab utama kematian.“Kepergian Musofa merupakan kepedihan bagi kami dan tim di lapangan, tetapi juga menjadi momentum refleksi atas kompleksitas konservasi spesies langka,” ucap Ardi.


(prf/ega)