Sumatera Darurat Biodiversitas, Habitat Gajah Diprediksi Menyusut 66 Persen

2026-01-13 14:02:50
Sumatera Darurat Biodiversitas, Habitat Gajah Diprediksi Menyusut 66 Persen
- Guru Besar Manajemen Lanskap IPB University, Syartinilia mengungkapkan Sumatera menjadi wilayah dengan angka penurunan biodiversitas tertinggi dibandingkan daerah lain di Indonesia selama beberapa tahun terakhir.Menggunakan analisis Biodiversity Intactness Index (BII), peneliti menyebut Sumatera mencatat tingkat kehilangan biodiversitas tertinggi selama 2017 hingga 2020."Pada skenario bisnis seperti biasa, kehilangan biodiversitas hingga tahun 2050 diperkirakan mencapai sekitar 15 persen. Sementara pada skenario keberlanjutan dapat ditekan hingga sekitar 11 persen," ungkap Syartinilia dalam keterangannya, Rabu .Analisis lebih lanjut dilakukan terhadap habitat spesies kunci yakni gajah, orangutan, dan harimau sumatera. Syartinilia menjelaskan, pada skenario bisnis habitat gajah diproyeksikan menurun hingga 66 persen.Baca juga: Cegah Kematian Gajah akibat Virus, Kemenhut Datangkan Dokter dari IndiaSedangkan pada skenario keberlanjutan berpotensi meningkatkan luasan habitat satwa dilindingi itu hingga 5 persen."Pendekatan berkelanjutan terbukti mampu menekan kehilangan habitat secara signifikan,” tutur dia.Mengacu pada analisi tersebut, Syartinilia merekomendasikan aksi adaptasi berupa restorasi terfokus, konservasi berbasis masyarakat, pengelolaan lanskap terpadu, mitigasi ancaman langsung, hingga investasi konservasi berskala besar dengan Pulau Sumatera sebagai wilayah prioritas.Di samping itu, akademisi IPB University turut mengkaji proyeksi ekosistem Indonesia dalam perspektif antropogenik dan perubahan iklim. Kajiannya menyoroti dinamika kerentanan ekosistem nasional hingga 2050 mendatang sebagai dasar perumusan prioritas aksi adaptasi perubahan iklim.Syartinilia menyebut, risetnya menggunakan pendekatan multiskala dari tingkat nasional hingga pulau. Pada skala nasional, tim peneliti melakukan analisis antara keterpaparan iklim dengan kualitas ekosistem terestrial yang diukur melalui indeks vegetasi.Dari dua variabel ini, disusun tingkat kerentanan lanskap dalam sembilan level.Baca juga: Presiden Prabowo Beri 20.000 Hektar Lahan di Aceh untuk Gajah“Hasilnya menunjukkan bahwa secara nasional Indonesia masih didominasi oleh kerentanan rendah hingga sedang, meskipun terdapat wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi,” ucap Syartinilia.Menurut dia, berdasarkan tipe ekosistem lahan basah dan ekosistem pegunungan merupakan dua tipe yang paling rentan secara nsional.“Secara spasial, Pulau Sumatera tercatat sebagai wilayah dengan tingkat kerentanan tertinggi, diikuti Papua, Kalimantan, dan Maluku,” imbuh dia.Dalam risetnya, peneliti menekankan bahwa perubahan iklim tidak dapat dipisahkan dari aktivitas manusia.Adanya kenaikan suhu, pergeseran pola curah hujan, meningkatnya kejadian cuaca ekstrem, kenaikan muka air laut, serta perubahan biodiversitas dinilia sebagai proses yang berkaitan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-01-13 11:59