JAKARTA, - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut penanganan banjir di Ibu Kota kini jauh lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya.Ia mengklaim genangan yang muncul akibat hujan deras bisa surut dalam beberapa jam.“Kemarin pengalaman kami, penanganannya sekitar enam jam,” ucap Pramono saat ditemui di wilayah Jakarta Selatan, Selasa .Baca juga: Pemprov Jakarta Modifikasi Cuaca 5–10 November 2025 untuk Cegah BanjirPramono menjelaskan, banjir di Jakarta biasanya dipengaruhi tiga faktor, yakni banjir kiriman, banjir lokal, dan air rob.“Kalau itu tiga-tiganya terjadi, pasti permukaan air akan sempat seperti pada waktu awal-awal pemerintahan saya,” ungkap Pramono.Meski begitu, ia memastikan sistem pompa Jakarta saat ini sudah jauh lebih siap.“Yang portabel lebih dari 600, yang stasioner lebih dari 600 juga. Jadi pompanya sekarang sudah dipersiapkan,” katanya.Dengan jumlah pompa yang tersedia saat ini, Pramono mengaku optimistis penanganan banjir di Jakarta akan jauh lebih cepat.Ia yakin, sekalipun banjir lokal, banjir kiriman, dan air rob terjadi bersamaan, genangan dapat diatasi dalam waktu singkat.Baca juga: Cegah Banjir Berulang, Pramono Akan Bangun Rusun dan Area Resapan di Tanggul Baswedan“Mudah-mudahan kalau toh terjadi, misalnya bersamaan antara banjir kiriman, banjir lokal, dan juga air robnya naik, pasti penanganannya mudah-mudahan enggak lebih dari satu hari,” kata Pramono.Sebagai langkah antisipasi menghadapi curah hujan tinggi yang diperkirakan berlangsung pada November 2025 hingga Februari 2026, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan berbagai upaya pengendalian banjir.Pramono menyebut program mitigasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengerukan sungai hingga kesiapan personel lapangan.Pemprov DKI telah melakukan pengerukan sedimen di 1.803 titik sungai dan waduk dengan total volume material mencapai 721.243 meter kubik demi meningkatkan kapasitas tampung air.Selain itu, sebanyak 560 pompa stasioner di 191 lokasi dan 627 pompa mobile di lima wilayah administrasi juga disiagakan, lengkap dengan dukungan 258 ekskavator, 449 dump truck, serta peralatan penunjang lainnya.Di kawasan pesisir, Pemprov DKI menyiapkan tujuh rumah pompa dan pintu air sebagai antisipasi terhadap potensi banjir rob.Baca juga: Inflasi Jakarta Oktober 2025 Capai 0,31 Persen, Pramono: Masih Baik dan TerkendaliSelain itu, Pemprov DKI juga mulai membangun waduk, situ, dan embung yang bertujuan memperkuat daya serap dan retensi air secara alami.Upaya pencegahan pohon tumbang juga dilakukan, termasuk penebangan dan penopangan terhadap 62.161 pohon yang dinilai berisiko roboh pada musim hujan.
(prf/ega)
Pramono Klaim Penanganan Banjir di Jakarta Kini Hanya Butuh 6 Jam
2026-01-11 19:53:51
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 21:40
| 2026-01-11 21:33
| 2026-01-11 21:30
| 2026-01-11 21:20
| 2026-01-11 20:48










































