Danantara Jelaskan Alasan Turunnya Suntikan Modal ke Garuda Indonesia Jadi Rp 23,67 Triliun

2026-01-13 06:54:54
Danantara Jelaskan Alasan Turunnya Suntikan Modal ke Garuda Indonesia Jadi Rp 23,67 Triliun
TANGERANG, - Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Dony Oskaria, mengungkapkan alasan di balik turunnya nilai penambahan modal ke PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Danantara resmi menyetorkan modal sebesar Rp 23,67 triliun melalui mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD). Angka ini lebih rendah dibandingkan rencana awal yang sebesar Rp 30,72 triliun. Menurut Dony, penetapan nilai suntikan modal ke maskapai pelat merah tersebut sudah melalui perhitungan secara komprehensif dan matang menyesuaikan kebutuhan aktual perusahaan. "Saat ini yang diperlukan sejumlah itu, sehingga kita melakukan penambahan modal. Nah ini kita lakukan karena memang berdasarkan analisa," ujar Dony dalam konferensi pers di Garuda Sentra Operasi, Cengkareng, Tangerang Kamis .Baca juga: Menyelamatkan Kepak Garuda Indonesia dengan Kearifan Jepang Menurutnya, dalam penambahan dana ini, fokus Danantara tidak hanya pada besaran dana, melainkan pada efektivitas proses penyehatan Garuda Indonesia dari sisi operasional maupun keuangan. "Kita tidak melihat di angkanya, tapi bagaimana proses komprehensif dari turn around dan transformasi dari Garuda Indonesia," kata dia. Ia memastikan, pemulihan kinerja dan kesehatan keuangan Garuda Indonesia menjadi prioritas Danantara. Dana yang disuntikkan akan digunakan untuk mengaktifkan kembali pesawat-pesawat yang sempat menganggur, serta membayar utang anak usahanya, Citilink Indonesia, atas pembelian avtur dari PT Pertamina (Persero) "Yang kita harapkan ke depannya Garuda Indonesia akan menjadi perusahaan yang sehat," ungkap Dony.Baca juga: Bos Danantara Ungkap Alasan Direksi Garuda Indonesia: Kita Hanya Memperkuat Saja... Untuk diketahui, setoran modal senilai Rp 23,67 triliun itu berasal dari PT Danantara Asset Management (DAM), yang terdiri atas setoran tunai Rp 17,02 triliun dan konversi utang pinjaman pemegang saham Rp 6,65 triliun. Dari total dana itu, sekitar Rp 8,7 triliun (37 persen) akan dialokasikan untuk kebutuhan modal kerja Garuda Indonesia, termasuk pemeliharaan dan perawatan pesawat. Sementara Rp 14,9 triliun (63 persen) digunakan untuk mendukung operasional Citilink, terdiri atas Rp 11,2 triliun untuk modal kerja dan Rp 3,7 triliun untuk pelunasan kewajiban pembelian bahan bakar kepada Pertamina periode 2019-2021.Penyertaan modal ini dilakukan melalui penerbitan 315.610.920.000 lembar saham Seri D dengan harga pelaksanaan Rp 75 per saham, sebagaimana telah disetujui dalam RUPSLB.Baca juga: Penggabungan Pelita Air dan Garuda Masuk Tahap Penilaian di Danantara


(prf/ega)