Bunuh Tukang Becak karena Cemburu, Pelaku Ditembak Polisi Saat Ditangkap di Kampar Riau

2026-02-04 07:12:15
Bunuh Tukang Becak karena Cemburu, Pelaku Ditembak Polisi Saat Ditangkap di Kampar Riau
PEKANBARU, - Balis Saputra alias Putra (39) membunuh seorang tukang becak, Yapitri (34), di Kabupaten Kampar, Riau.Kapolres Kampar, AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang mengungkapkan bahwa motif pelaku membunuh karena dendam. Pelaku cemburu karena korban dekat dengan istrinya."Pelaku merasa dendam karena korban telah memiliki hubungan gelap dengan istri pelaku," ungkap Boby kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Sabtu .Pelaku, kata dia, juga telah menyusun rencana untuk menghabisi nyawa korban."Korban dibunuh saat di perjalanan untuk mencari penumpang, karena sehari-hari korban ini sebagai tukang becak motor," kata Boby.Baca juga: Ada Eksekutor dan Pembantu: Detik-Detik Pembunuhan Advokat Aris Munadi TerungkapDia menyebut, saat ini pelaku telah diamankan di Mapolres Kampar, dengan barang bukti sebilah pisau belati.Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Kampar, AKP Gian Wiatma Jonimandala mengatakan, pada Rabu , sekitar pukul 14.00 WIB, korban pergi keluar untuk mencari penumpang becak, di Kelurahan Pasir Sialang, Kecamatan Bangkinang.Namun, hingga pukul 20.00 WIB, korban tak kunjung pulang, sehingga membuat ibunya merasa risau.Pada Kamis pagi, abang korban mendapat kabar ada penemuan mayat dalam parit di Desa Teratak Domo.Sesampainya di lokasi, ternyata mayat itu adalah adiknya, Yapitri. Kondisi korban berlumuran darah dan penuh luka.Baca juga: Kasus Pembunuhan Pengacara Aris Munadi, Kakak Eksekutor, Adik MembantuAtas kejadian itu, keluarga korban melaporkan ke Polres Kampar."Berdasarkan laporan tersebut, kami melakukan penyelidikan ke tempat kejadian perkara (TKP). Meminta keterangan saksi-saksi dan cek rekaman CCTV," ujar Gian.Dari hasil penyelidikan, petugas dapat menangkap pelaku kurang dari 24 jam, pada Jumat dini hari.Pelaku ditangkap saat berada di rumahnya, yang berjarak sekitar 2 kilometer dari lokasi kejadian.Pada saat dilakukan penangkapan, kata Gian, pelaku justru melakukan perlawanan. Pelaku mengarahkan senjata tajam pisau belati ke arah petugas.Karena alasan itu, petugas menembakkan senjata ke arah kaki kiri pelaku."Karena pelaku melawan dan membahayakan petugas, terpaksa diberikan tindakan tegas," kata Gian.Dari hasil pemeriksaan, kata dia, korban telah diintai pelaku saat melintas di jalan yang biasa dilewati untuk narik becak.Pada Rabu malam, sekitar 20.00 WIB, pelaku langsung melompat ke arah korban dan melakukan penikaman.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-02-04 06:57