655 Rumah di Kaltim Terima BSPS, Rp 20 Juta Ditransfer Langsung ke Rekening Pemilik

2026-01-12 03:00:50
655 Rumah di Kaltim Terima BSPS, Rp 20 Juta Ditransfer Langsung ke Rekening Pemilik
BALIKPAPAN, – Sebanyak 655 rumah di sembilan kabupaten/kota di Kalimantan Timur menerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman pada 2025.Kepala Balai Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (Balai P3KP) Kalimantan II, Anggoro Putro, mengatakan bahwa pada 2025 terdapat 655 unit penerima BSPS yang tersebar di sembilan kabupaten/kota di Kalimantan Timur.Setiap penerima bantuan akan menerima bantuan Rp20 juta yang ditransfer ke rekening tabungan, dengan rincian Rp17,5 juta untuk pembelian material bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tukang.“Sebaran itu terbagi dalam tiga delenisasi. Delenisasi perkotaan di Kota Balikpapan, Samarinda, dan Bontang. Delenisasi perdesaan di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Kutai Timur, Berau, dan Paser. Serta delenisasi pesisir di Kabupaten Penajam Paser Utara,” ujar Anggoro Putro, Minggu .Baca juga: Ara Tegaskan, Tahun Depan Tak Ada Lagi Daerah Nol Anggaran BSPSSejumlah rumah penerima bantuan, lanjut Anggoro, bahkan telah rampung hingga 100 persen.Di Kabupaten Kutai Kartanegara, dari 153 penerima BSPS, 100 rumah telah selesai dan menjadi rumah layak huni.Dengan cakupan wilayah perkotaan, perdesaan, hingga pesisir, Anggoro menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengawal program ini.Ia mengajak pemerintah daerah, perangkat desa/kelurahan, RT, serta media untuk turut mengawasi pelaksanaan BSPS.“Kami terus mengawal pengerjaan BSPS hingga tuntas. Kami juga meminta peran serta masyarakat dan media agar proses penyaluran berjalan baik dan manfaatnya benar-benar dirasakan penerima,” katanya.Baca juga: Cara Mendapatkan BSPS, Bantuan Bedah Rumah Tak Layak HuniHingga pertengahan Desember 2025, pengerjaan BSPS atau bedah rumah masih berlangsung secara masif.Balai P3KP Kalimantan II mengakui masih ada hal yang perlu dievaluasi.Jika terjadi kendala, seperti distribusi material terhambat, material rusak, cacat, atau tidak sesuai pesanan, Anggoro meminta agar segera dikoordinasikan dengan pemilik toko bangunan atau tenaga fasilitator lapangan (TFL).“Anggota TFL siaga di lapangan, tim kami juga memantau langsung. Jika TFL tidak bisa menyelesaikan, segera koordinasi dengan PPK atau Satker PKP Kaltim. Kami mengawal dan mengawasi hingga tuntas,” ujarnya.Salah satu penerima BSPS di Kelurahan Manggar Baru, Kecamatan Balikpapan Timur, Amir (61), mengaku perbaikan rumahnya hampir selesai.“Alhamdulillah, bahan bangunan yang datang sesuai pesanan. Kalau ada komplain, ada TFL di lokasi atau langsung ke toko bangunan. Insyaallah diganti. Saya sangat bersyukur,” ujar Amir, yang berprofesi sebagai nelayan.


(prf/ega)