Kasus Dugaan Korupsi Bibit Nanas di Sulsel, Kepala BKAD Buka Suara Usai Ruangan Digeledah

2026-01-14 05:02:08
Kasus Dugaan Korupsi Bibit Nanas di Sulsel, Kepala BKAD Buka Suara Usai Ruangan Digeledah
MAKASSAR, - Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) buka suara setelah ruangannya digeledah kejaksaan terkait dugaan korupsi bibit nanas senilai Rp 60 miliar.Sebelumnya, Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sulsel menggeledah ruangan BKAD Pemprov Sulsel pada Kamis lalu.Kepala BKAD Sulsel, Reza Faisal Saleh mengatakan, pihaknya akan kooperatif menyiapkan data-data yang diminta. “Jadi intinya, apapun data yang diminta pasti kita akan kooperatif untuk siapkan,” kata Reza kepada wartawan, Rabu .Baca juga: Kejati Sulsel Geledah Perusahaan di Bogor terkait Korupsi Bibit Nanas Rp 60 MiliarIa mengaku dirinya berada di ruangan tersebut saat penyidik melakukan penggeledahan.Reza menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menghalangi langkah penyidik untuk melakukan pemeriksaan maupun mengumpulkan bukti-bukti terkait dugaan korupsi tersebut.“Apa yang kita punya tanggung jawab di sini, kalau itu diminta oleh penegak hukum, pasti kita siapkan datanya,” tegasnya.Meski demikian, kata Reza, dirinya tidak bisa mengungkapkan rincian bukti yang diduga ditemukan penyidik.“Rinciannya tanya ke penyidik, apa yang diminta,” ujarnya.Baca juga: Kejati Sulsel Geledah Perusahaan di Bogor terkait Korupsi Bibit Nanas Rp 60 MiliarSebelumnya, penggeledahan ruangan Kepala BKAD Sulsel ini dipimpin oleh Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulsel, Rachmat Supriady, dan dijaga ketat oleh aparat Pomdam XIV/Hasanuddin pada Kamis sekitar pukul 15.00 WITA.Berdasarkan informasi, ruang BKAD yang berada di kantor Gubernur Sulsel itu menjadi lokasi ketiga yang digeledah kejaksaan.Penggeledahan pertama kali dilakukan di sebuah perusahaan yang berada di Kabupaten Gowa, lalu di kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHBun) Sulsel.Dalam kasus ini, penyidik memeriksa 10 orang, termasuk sejumlah pensiunan pejabat di lingkup Pemprov Sulsel.Dalam penggeledahan tersebut, pihak Kejati Sulsel menyita dokumen-dokumen dari pihak rekanan, dinas terkait, dan BKAD terkait pencairan anggaran.Kasus dugaan korupsi proyek penanaman bibit nanas senilai Rp 60 miliar di Kabupaten Barru muncul setelah dilaporkan oleh salah satu organisasi mahasiswa pada Oktober 2025.Baca juga: Geledah ruang BKAD di Kantor Gubernur Sulsel, Kejaksaan Kantongi Bukti Tambahan Korupsi Bibit NanasProyek hortikultura yang didanai APBD Sulsel Tahun Anggaran 2024 itu disebut sarat penyimpangan.Dalam laporannya, mahasiswa menemukan indikasi mark-up anggaran, ketidaksesuaian jumlah bibit, serta distribusi yang tidak transparan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-14 02:39